Selasa, 10 Sep 2019 10:59 WIB

Lewat Operasi Rumit, Tengkorak Wanita Ini Harus Dipisahkan dari Kerangkanya

Widiya Wiyanti - detikHealth
Tengkorak dipisahkan dari kerangka karena leher patah. Foto ilustrasi: shutterstock Tengkorak dipisahkan dari kerangka karena leher patah. Foto ilustrasi: shutterstock
Jakarta - Ruth Bobeczko (70) selalu merasa kesakitan setelah dua bulan lalu lehernya patah. Dokter pun memperbaiki fraktur dengan memasang cincin sekrup di bagian lehernya, namun cincinnya itu terbalik yang membuatnya sulit memalingkan kepala dari satu sisi ke sisi lain.

Seorang ahli bedah tulang belakang yang terlatih dari Harvard Medical School, dr Richard Lee mengatakan bahwa Ruth harus kembali lagi ke meja operasi. Namun, ia harus menjalankan operasi yang cukup rumit, yaitu dengan memisahkan tengkoraknya dengan kerangkanya.

"Langkah pertama adalah menghapus perangkat keras yang ada di lehernya yang awalnya untuk mengobati fraktur," ujarnya kepada Fox News.

"Langkah kedua adalah benar-benar mematahkan lagi lehernya yang sudah sembuh untuk menciptakan kembali luka asli dan menghilangkan materi tulang yang disembuhkan dari respons tubuhnya terhadap proses penyembuhan alami. Langkah ketiga adalah menyelaraskan kepala dan leher kembali ke sudut aslinya," lanjut dr Lee.



dr Lee berharap langka satu dan dua berhasil mengurangi rasa sakitnya sehingga mereka tidak perlu melakukan langkah ketiga. Tetapi hampir dua minggu setelah operasi, Ruth merasa sakitnya hanya berkurang sekitar 10 persen, jadi memerlukan pengerjaan langka ketiga yang mengharuskan dr Lee dan timnya untuk mengakses tulang punggung Ruth melalui sayatan di mulutnya.

"Satu-satunya cara untuk memperbaiki seperti itu adalah dengan melakukan prosedur berisiko tinggi untuk masuk ke sana dan sepenuhnya memotong sambungan cincin di lehernya dan melepaskan tengkorak dari ligamen yang dikontrak dan kapsul sendi yang dikontrak, benar-benar memisahkan cincin leher dari kerangka dan menyelaraskan kembali pergeseran lateral," jelas dr Lee.

Yang paling berisiko dari prosedur ini adalah, saat dr Lee membuat sayatan di mulut Ruth, itu membuat kesempatan risiko infeksi lebih besar. Dan juga harus menghadapi tantangan untuk menghindari pembuluh darah utama yang terletak di dekat area cincin leher mengarah ke otak.

Beberapa minggu setelah operasi, Ruth bisa kembali ke rumah dan melakukan pekerjaannya sebagai pramugari lagi.

"Rasa sakit saya hilang, leher saya sedikit sakit di malam hari tergantung pada berapa lama saya berjalan. Dia (dr Lee -red) benar-benar menyelamatkan hidupku," tandas Ruth.


Simak Video "Kenali Cara Operasi Bibir Sumbing"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)