Rabu, 11 Sep 2019 06:01 WIB

Bangun Pagi Lalu 'Kretek-kretek' Leher, Bahayakah?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Hati-hati menggeretek leher bisa meningkatkan risiko stroke (Foto: iStock) Hati-hati menggeretek leher bisa meningkatkan risiko stroke (Foto: iStock)
Jakarta - Saat bangun pagi, pada umumnya badan akan terasa kaku sehingga refleks yang akan pertama kita lakukan adalah meregangkan tubuh alias ngulet. Beberapa orang menambahkan dengan mengkretekkan leher atau punggung agar tubuh semakin terasa lebih enak.

Aktivitas ini sekilas tidak membahayakan, namun sebenarnya jika kerap dilakukan ada konsekuensi jangka panjang yang bisa membayangi, salah satunya adalah stroke.

Suara kretek-kretek yang kita dengar disebabkan adanya peregangan minor yang membuat permukaan sendi terpisah sementara dan adanya gelembung udara, menurut situs Mirror. Namun bisa jadi ada risiko dissection atau robeknya dari dinding dalam arteri yang bisa menyebabkan terbentuknya gumpalan darah.



Bisa jadi gumpalan darah ini akan hilang dengan sendirinya. Namun dalam kasus lain, gumpalan ini bisa terbawa aliran darah dan menyebabkan sumbatan pada arteri, sehingga mengakitbakan stroke iskemik karena suplai darah ke otak terputus.

"Dua arteri mayor kita di leher (arteri vertebral) tergabung dan membentuk arteri basilar yang menyuplai bagian belakang otak dengan darah. Saat kita menekuk atau memutar leher kita, arteri-arteri ini dapat tertarik dan rentan cedera," demikian dilaporkan situs tersebut.

Jika kita terbiasa melakukannya, maka otot ligamen yang menyatukan sendi antara tulang belakang bisa melemah. Sehingga jika ada gerakan leher yang lebih kasar bisa membuatnya semakin rentan cedera.



Simak Video "Cerita Penulis Vabyo Kena Stroke di Usia 35 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/up)