Kamis, 12 Sep 2019 13:29 WIB

Studi: Posisi Tidur Bumil Tidak Pengaruhi Kesehatan Bayi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ilustrasi posisi tidur untuk ibu hamil. Foto: thinkstock Ilustrasi posisi tidur untuk ibu hamil. Foto: thinkstock
Jakarta - Saat wanita dalam keadaan hamil, posisi tidurnya selalu diatur. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko bayi lahir dalam keadaan tidak bernyawa. Tetapi, sebuah penelitian baru menyatakan bahwa posisi tidur sama sekali mempengaruhi kondisi bayi saat di dalam perut.

Ketua kebidanan dan ginekologi di Fakultas Kedokteran Universitas Utah, dr Robert Silver mengatakan selama 30 minggu kehamilan, posisi tidur apapun aman. Namun, para peneliti tidak menyarankan hal ini diterapkan pada wanita pada minggu-minggu terakhir kehamilan.

"Kami dapat meyakinkan para wanita yang sedang dalam 30 hari masa kehamilan bebas memilih posisi tidur yang nyaman namun tetap aman. Tapi, hal ini tidak berlaku untuk wanita di minggu-minggu terakhir kehamilan," jelasnya yang dikutip dari Medicinenet.

dr Nathan Fox, Associate Professor Klinis di bidang kebidanan, ginekologi dan ilmu reproduksi di Fakultas Kedokteran Icahn di Mount Sinai, New York City mengatakan saat wanita hamil tidur telentang akan mempengaruhi aliran darah.

"Saat mereka (ibu hamil) tidur telentang, akan membuat aliran darah terbatasi selama proses persalinan," ujarnya.



dr Fox menambahkan, pada masa akhir kehamilan, rahim wanita akan dipenuhi sang bayi yang semakin membesar. Jika wanita berbaring selama persalinan, itu akan menekan pembuluh darah di bawahnya. Keadaan itu akan berdampak pada penurunan sirkulasi dan penurunan detak jantung pada bayi.

"Ini sebabnya, saat minggu-minggu terakhir kehamilan dianjurkan untuk tidur dalam posisi sedikit miring ke samping," kata dr Fox.

Dalam penelitian ini membuktikan tidak adanya kaitan antara komplikasi kehamilan dengan posisi tidur wanita, kecuali saat minggu terakhir kehamilan.

"Para wanita hamil harus mencoba tidur dengan posisi apapun asalkan nyaman bagi mereka. Kita (komunitas medis) juga perlu berhati-hati ketika memberikan rekomendasi tentang apa yang harus dan tidak dilakukan dalam kehidupan sehari-hari saat masa kehamilan," tutur dr Fox.

dr Fox menambahkan, dalam memberikan saran pada seseorang juga harus memikirkan potensi atau dampak apa yang akan muncul.

"Memberi saran kepada orang lain adalah niat yang sangat baik, termasuk mencegah terjadinya kelahiran bayi dalam kondisi mati. Tapi, kalau saran yang diberikan ternyata menyusahkan mereka, itu akan berdampak pada ibu hamil yang sulit untuk tidur, dan akan berefek pada kesehatannya ataupun mungkin lebih parah lagi," tutupnya.



Simak Video "Teman Bumil Rilis Buku soal Kehamilan dan Parenting Tanpa Galau"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/wdw)