Kamis, 12 Sep 2019 17:02 WIB

Organ Kewanitaan Tak Boleh Disabun, Benarkah?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
organ intim wanita mempunyai banyak kelenjar lemak dan hanya bisa hilang dengan sabun. (Foto: ilustrasi/thinkstock) organ intim wanita mempunyai banyak kelenjar lemak dan hanya bisa hilang dengan sabun. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Wanita memiliki organ intim atau kelamin yang rentan terhadap infeksi. Jika salah dalam mengatasinya, maka akan menimbulkan efek pada kesehatan.

Dokter spesialis kulit dan kelamin Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), dr Susie Rendra, SpKK, mengatakan organ intim wanita memang harus disabun. Ini karena dalam organ intim wanita mempunyai banyak kelenjar lemak dan hanya bisa hilang dengan sabun.

"Dalam kelamin kita (wanita) itu kan banyak sekali kelenjar lemak yang membuat daerah itu licin, dan tidak bisa dihilangkan dengan air biasa. Maka dari itu kita memerlukan sabun untuk menghilangkan sisa-sisa lemak dan biasanya berbentuk gel putih," ujar dr Susie saat ditemui detikcom di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019).


Sabun yang digunakan juga harus diperhatikan kadar pH-nya (kadar keasaman), tidak boleh menggunakan sabun mandi. Organ intim sendiri mempunyai pH rendah, sekitar 3,5 - 4, dan membutuhkan sabun dengan kadar pH yang sepadan dengan itu.

"Pemakaiannya juga jangan terlalu sering, cukup 1-2 kali dalam sehari. Sabunnya juga banyak yang dijual di pasaran, yang rata-rata pHnya 3,8 itu sudah cukup aman," jelas dr Susie.

Selain sabun, daun sirih juga sering dijadikan sebagai bahan pembersih organ intim wanita. Ternyata, terlalu sering menggunakan air sirih dapat mengeringkan kulit dan gatal.

"Sesekali sih nggak apa-apa, pas waktu keputihan lagi banyak-banyaknya supaya kering. Tapi kalo terlalu sering memakai ini atau sabun yang mengandung povidone iodine, kulit akan kering dan gatal. Ini juga tidak boleh over use atau berlebihan," katanya.

dr Susie menambahkan, produk dengan pH rendah sangat penting untuk organ intim. Sebab, pH rendah dapat menghalangi pertumbuhan jamur ataupun bakteri yang berbahaya, dan membuat organ intim lebih sehat.



Simak Video "Bukan Tren, Peremajaan Miss V Itu Kebutuhan!"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)