Jumat, 13 Sep 2019 10:03 WIB

Riset Buktikan Anak SMA yang Nggak Pacaran Lebih Jarang Depresi

Firdaus Anwar - detikHealth
Remaja yang tak pacaran disebut studi tingkat depresinya lebih rendah. (Foto: Thinkstock) Remaja yang tak pacaran disebut studi tingkat depresinya lebih rendah. (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Pacaran dan dunia remaja sudah seperti dua hal yang sulit dipisahkan. Studi selama beberapa dekade melihat adanya hubungan antara pacaran dengan proses pengembangan identitas seorang remaja beranjak dewasa.

Terkait hal tersebut peneliti juga menyadari tidak semua orang pacaran di masa remajanya. Apakah berarti orang-orang yang tidak pacaran tersebut berbeda dengan yang lain?

Menurut studi terbaru yang terbit di Journal of School Health tidak ada perbedaan tumbuh kembang berarti antara remaja pacaran dengan yang tidak. Peneliti Brooke Douglas dari University of Georgia malah menemukan kecenderungan remaja yang tidak pacaran lebih sehat mental karena tingkat depresi rendah.


Brooke mengatakan studinya bisa dipakai untuk menangkal pemahaman yang beredar luas selama ini bahwa remaja harus pacaran.

"Remaja yang tidak pacaran kompetensi sosialnya tidak kekurangan, tetap punya teman. Sama seperti remaja pacaran," kata Brooke seperti dikutip dari CNN, Kamis (12/9/2019).

Batasan dari studi peneliti hanya mengandalkan survei wawancara yang berisiko bias. Responden anak sekolah tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) mungkin tidak nyaman melaporkan topik sensitif seperti masalah depresi dan bunuh diri.

Brooke sendiri menjelaskan kalau studi jangan ditanggapi sebagai saran agar para remaja tidak usah pacaran. Melajang hanya satu pilihan yang bisa diambil dan hal tersebut tidak berarti membuat seorang remaja aneh atau terhambat secara sosial.

"Studi menegaskan bahwa tidak apa-apa kalau kamu memutuskan untuk pacaran atau tidak. Keduanya dapat diterima dan sehat," pungkas Brooke.



Simak Video "Benarkah Menggunakan Vape Bisa Jadi Depresi?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/wdw)