Senin, 16 Sep 2019 10:45 WIB

Cukai dan Harga Rokok Naik, Ini Pengaruhnya pada Masalah Stunting

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Kenaikan cukai dan harga rokok dapat berdampak pada masalah stunting pada anak. (Foto ilustrasi: Thinkstock) Kenaikan cukai dan harga rokok dapat berdampak pada masalah stunting pada anak. (Foto ilustrasi: Thinkstock)
Jakarta - Data dari BPS (Badan Pusat Statistik) di Indonesia menunjukkan rokok sebagai prioritas belanja kedua setelah beras yang memberikan sumbangan cukup besar pada kemiskinan baik di perkotaan maupun pedesaan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan harga rokok kretek filter menjadi faktor utama penyumbang kemiskinan. Harga rokok memiliki andil terhadap kemiskinan 11,38 persen di pedesaan dan di perkotaan 12,22 persen.

"Rokok ini terus naik, inflasi dari rokok ini naik. Rokok naik (belanjanya-red) kok nggak ada yang complain ya," kata Suhariyanto kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Untuk mengendalikan harga rokok yang dianggap cukup murah dan bisa dijangkau sebagian besar masyarakat, pemerintah telah mengambil langkah tegas untuk menaikkan cukai rokok sebesar 23 persen yang berimbas pada kenaikan harga rokok 32 persen.

baca juga

Jika dibiarkan terus menerus, persoalan ini bisa berimbas pada kondisi bayi stunting atau tubuh pendek akibat masalah gizi kronis. Belanja rokok yang cukup besar membuat masyarakat miskin tak mampu lagi membeli bahan makanan pokok dan membuat gizi ibu hamil dan bayi yang sedang dalam masa menyusui tak tercukupi.

Padahal ibu hamil dan menyusui perlu konsumsi makanan yang sarat gizi. Namun hingga saat ini, proporsi konsumsi buah dan sayur kurang pada penduduk masih sangat bermasalah yaitu sebesar 95,5 persen.

"Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan perilaku makan buah dan sayur yang cukup, yakni 5 porsi per hari sesuai anjuran WHO, baru mencapai 5 persen," kata Menkes RI, Nila F Moeloek.

Stunting bukan hanya berkenaan dengan kurangnya gizi kronis tapi juga berpengaruh terhadap angka kemiskinan yang cenderung terpelihara. Diharapkan, kenaikan cukai dan harga rokok mampu mengurangi proporsi angka perokok aktif di Indonesia.

baca juga

Simak Video "Penjelasan soal Viral Posisi Duduk Jokowi yang Fleksibel"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)