Senin, 16 Sep 2019 13:54 WIB

Kata Dokter Paru Soal Bayi di Sumsel Meninggal Akibat Kabut Asap

Widiya Wiyanti - detikHealth
Foto: Kabut asap selimuti Palembang, Senin (19/9/2019) (Raja Adil Siregar/detikcom) Foto: Kabut asap selimuti Palembang, Senin (19/9/2019) (Raja Adil Siregar/detikcom)
Jakarta - Elsa Fitaloka, bayi berusia 4 bulan asal Banyuasin, Sumatera Selatan meninggal akibat mengalami Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Hal ini tidak lain dikarenakan kepungan kabut asap dari kebakaran lahan.

"Mulai sesak nafas kemarin malam dan masih di rawat di rumah. Tadi pagi lihat kondisinya semakin parah, dirujuklah ke rumah sakit Ar-Rasyid di Palembang dan meninggal," ucap anggota BPD Dusun III, Talang Buluh, Banyuasin, Agus Darwanto, seperti diberitakan detikcom, Minggu (15/9/2019).



Menanggapi hal tersebut, Dokter spesialis paru dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, dr Feni Fitriani Taufik, SpP(K) menegaskan memang bayi dan balita termasuk ke dalam kelompok yang rentan terkena serangan infeksi saluran pernapasan akibat kabut asap.

"Ada kelompok yang paling rentan, bayi, balita, orang tua, wanita hamil, dan orang yang sudah ada kelainan yang lama di paru-paru dan jantung. Keduanya itu kan yang dipengaruhi oksigen," jelasnya kepada detikcom, Senin (16/9/2019).

dr Feni menambahkan, bagi bayi yang sangat rentan terhadap kabut asap dan belum bisa dipakaikan masker, sebaiknya tidak dibawa keluar rumah. Tempatkan bayi di tempat paling minim terpapar kabut asap di rumah, misalnya di kamar.

"Jauhkan diri dari pusat polusi, tutup semua akses untuk asap masuk ke rumah," saran dr Feni.



Simak Video "Ngobs Kuy! Duka Kabut Asap"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/fds)