Selasa, 17 Sep 2019 11:08 WIB

HS Dillon Meninggal, Sekilas Soal Komplikasi Jantung dan Paru yang Diidapnya

Rosmha Widiyani - detikHealth
Aktivis HAM HS Dillon (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Jenazah pegiat Hak Asasi Manusia (HAM) Harbriderjit Singh Dillon atau HS Dillon disemayamkan di RSAD Denpasar, Bali. Dillon dirawat di RS Siloam, Bali sejak 19 Agustus lalu karena komplikasi jantung dan paru-paru.

Dikutip dari situs European Respiratory Society, orang dengan infeksi paru punya kemungkinan enam kali lebih besar mengalami stroke atau serangan jantung. Dalam riset yang didanai Academy of Medical Sciences, infeksi tersebut bisa diakibatkan virus flu atau bakteri Streptococcus pneumoniae.

Secara umum, infeksi mengakibatkan reaksi peradangan yang menyebabkan munculnya gumpalan darah. Serangan virus flu dan bakteri pneumonia juga bisa berdampak buruk pada kondisi otot jantung.

"Seiring pertambahan usia, seseorang sangat mungkin mengalami lebih dari satu penyakit. Karena itu, penting untuk mengetahui hubungan antar penyakit sehingga bisa ditangani secepatnya. Misal pemberian vaksin untuk mencegah infeksi paru," kata pimpinan riset Dr Charlotte Warren-Gash dari London School of Hygiene & Tropical Medicine, Inggris.



Vaksin memperbaiki daya tahan tubuh melawan virus dan bakteri penyebab infeksi paru. Hasilnya, risiko mengalami serangan jantung atau stroke akibat gangguan paru bisa ditekan.

Kabar tentang penyakit yang diidap Dillon didapat dari anak sulungnya, Haryasetyaka Singh Dillon. Kepada wartawan, sang anak menyampaikan bahwa Dillon sudah sebulan dirawat di Bali.

"Sebulan yang lalu dirawat di sini komplikasi jantung dan paru-paru. Beliau lagi di sini liburan bersama ibu saya, ya bisa dibilang bulan madu kedualah," katanya.



Simak Video "Viral Video Paru-paru Jadi Hitam karena Merokok Puluhan Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)