Diberitakan sebelumnya, halte terbengkalai di Tanah Abang dijadikan warung makan oleh para pedagang. Piring dan gelas diletakkan di area halte. Lokasinya yang dekat dengan sumber pencemaran seperti jalanan membuat warung ini tidak sesuai dengan salah satu standar higiene sanitasi pangan yaitu tempat yang layak.
dr Imran Agus Nurali, SpKO, Direktur Kesehatan Lingkungan, Ditjen Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, mengatakan terdapat lebih dari 200 penyakit yang bisa ditularkan baik oleh makanan maupun minuman. Food safety menjadi hal yang penting untuk terhindar dari berbagai penyakit bawaan pangan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terlebih kalau kena ke kelompok masyarakat yang rentan seperti balita dan lansia ini bisa menyebabkan kematian karena diare atau muntah terus sehingga dehidrasi," kata dr Imran saat ditemui detikHealth beberapa hari lalu.
Warung seperti ini dinilai tidak memenuhi standar higiene sanitasi pangan. Foto: Rengga Sancaya |
Terdapat beberapa standar yang dinilai bagi tempat pengelolaan makanan untuk laik higiene sanitasi pangan sebagai berikut :
1. Kebersihan tempat pengelolaan makanan
2. Kebersihan peralatan makan
3. Keamanan bahan pangan
4. Orang yang masak terlatih dan sudah mengikuti kursus higiene sanitasi pangan
5. Proses memasak
Dalam wawancara berbeda, Rismanaadji, Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Kesehatan Olahraga Dinas Provinsi DKI Jakarta, berpesan kepada masyarakat untuk lebih cerdas memilih dan memilah makanan yang aman untuk dikonsumsi. Menurutnya, mindset masyarakat harus diubah. Jangan asal memilih makanan murah dan kenyang di pinggir jalan tapi membahayakan kesehatan.
(up/up)












































Warung seperti ini dinilai tidak memenuhi standar higiene sanitasi pangan. Foto: Rengga Sancaya