Rabu, 18 Sep 2019 16:46 WIB

Saran Dokter Soal Risiko Serangan Jantung di Pesawat

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Serangan jantung bisa terjadi di mana saja di dalam pesawat (Foto: iStock) Serangan jantung bisa terjadi di mana saja di dalam pesawat (Foto: iStock)
Jakarta - Pesawat Thai Airways TG 465 Bangkok-Melbourne mendarat darurat di Bandara Sultan Hasanuddin pada Rabu (1/9) pagi untuk menyelamatkan penumpang yang terkena serangan jantung. Hal ini bisa dilakukan jika kondisi pasien makin parah.

"Setahu saya harusnya ada (peraturan soal mendarat darurat), pilot akan cari airport terdekat. Kru akan tanya apakah ada orang medis di dalam pesawat. Seharusnya selalu sedia AED (alat untuk menolong orang yang henti jantung)," ujar spesialis jantung dan pembuluh darah dari RS Siloam Karawaci, dr Vito A Damay, SpJP pada Rabu (18/9/2019).



Hal pertama yang bisa dilakukan saat ada penumpang yang terkena serangan jantung adalah menghubungi awak kabin dan segera memberikan oksigen serta obat nitrat jika ada. Pasien harus berada dalam tempat yang cukup lapang, longgarkan bajunya, dan tanyakan obat-obatan yang dia bawa.

Bila akan bepergian jarak jauh dengan pesawat, hendaknya penumpang yang punya riwayat serangan jantung memeriksakan diri ke dokter.

"Sebaiknya sedia stok obat-obatan di tempat yang mudah diraih. Beri info pada awak pesawat. Tunda naik pesawat bila dalam 2 atau 3 minggu sebelumnya baru pasang ring atau baru mengalami serangan jantung," saran dr Vito.

Meski punya riwayat maupun risiko penyakit jantung, seseorang tetap aman naik pesawat asalkan kondisinya stabil.



Olahraga teratur dan terukur bisa menurunkan risiko penyakit jantung. Daftarkan diri kamu untuk mengikuti Jakarta Heart Bike 2019 dengan klik link berikut.

Simak Video "Cara Murah dan Mudah Hindari Penyakit Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)