Kamis, 19 Sep 2019 18:40 WIB

Apa Benar Suka Marah-marah Berarti Idap Hipertensi?

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Benarkah gampang marah jadi tanda kondisi hipertensi. (Foto ilustrasi: Thinkstock) Benarkah gampang marah jadi tanda kondisi hipertensi. (Foto ilustrasi: Thinkstock)
Jakarta - Hipertensi atau tekanan darah tinggi kerap dikaitkan dengan orang yang suka marah-marah atau cepat emosi. Namun benarkah hipertensi menyebabkan seseorang suka marah-marah, atau justru marah-marah yang membuat tekanan darah menjadi tinggi?

Menurut Dr dr Yuda Turana, SpS, dokter spesialis neurologi dan Anggota Dewan Pembina dan Badan Pengawas Perhimpunan Hipertensi Indonesia (InaSH) mengatakan bahwa emosi memang bisa membuat tekanan darah naik. Namun hipertensi tidak selalu membuat orang jadi suka marah-marah.

"Ibaratnya begini, ada orang marah marah kita ukur tensinya. Umumnya tensinya tinggi. Bahwa faktor psikis, faktor emosi segala macem memang bisa membuat tekanan darah kita menjadi naik. Tapi bukan hipertensi yang menyebabkan jadi marah-marah," jelasnya saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (19/9/2019).


Selain marah-marah, rasa pusing juga kerap dijadikan gejala hipertensi. Namun menurut dr Yuda tak semua rasa pusing adalah hipertensi. Umumnya pengidap hipertensi yang bisa sampai merasa pusing kondisinya sudah berlangsung lama sampai mempengaruhi organ.

"Tensi yang tinggi kalau yang sudah menyebabkan sakit kepala itu artinya tensi yang sudah menyebabkan gangguan di organ, atau tinggi sekali. Tetapi bisa juga nyeri kepala bisa menyebabkan tensi yang tinggi," lanjutnya.

Beberapa gejala hipertensi yang bisa dikenali antara lain pandangan buram, mual, telinga berdenging, kelelahan, dan detak jantung tak beraturan. Hipertensi disebut menjadi salah satu faktor risiko tertinggi yang menyebabkan kematian hampir di seluruh dunia.



Simak Video "Ada yang Tahu Penyebab Darah Tinggi Apa?"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/fds)