Kamis, 19 Sep 2019 22:05 WIB

Ini Waktu-waktu Terbaik Mengukur Tekanan Darah untuk Deteksi Hipertensi

Frieda Isyana Putri - detikHealth
Cek tekanan darah sesaat setelah bangun dan sebelum tidur. (Foto: iStock)
Jakarta - Memantau tekanan darah secara rutin merupakan hal yang wajib dilakukan baik bagi pengidap hipertensi maupun untuk mendeteksi hipertensi. Terlebih kini sedang digalakkan kampanye guna mencegah hipertensi dengan CERAMAH atau Cek Tekanan Darah di Rumah.

Menentukan seseorang mengalami hipertensi menurut Dr dr Yuda Turana, SpS, dokter spesialis neurologi dari Perhimpunan Hipertensi Indonesia (InaSH) tidak bisa dengan satu kali mengukur tekanan darah saja. Butuh beberapa kali untuk mendapatkan rata-rata orang mengidap hipertensi, yakni tekanan darah di atas 135/85 mmHg.

Disebutkan olehnya, ada waktu-waktu terbaik untuk mengukur tekanan darah saat di rumah. Mengukur tekanan darah ini memiliki dua tujuan, yakni untuk diagnostik (apakah seseorang mengidap hipertensi) dan pemantauan pengobatan.


"Kalau untuk yang pertama, yang diagnosis 'Saya hipertensi apa nggak sih?' sebaiknya 7 sampai 10 hari, di mana pengukuran hari pertama itu diabaikan. Diukur dua kali, sebaiknya pagi dan malam," terang dr Yuda pada Kamis (19/9/2019).

Pagi hari bisa dilakukan sesaat setelah bangun tidur dan dalam keadaan duduk. Pada malam hari dilakukan sebelum tidur. Lalu dilihat reratanya apakah melebihi angka normal 135/85 mmHg.

Sementara tujuan yang kedua, pemantauan, dilakukan sesempat mungkin untuk mengevaluasi dan mengontrol tekanan darah. Jika kedapatan tinggi, maka dilakukan beberapa intervensi dengan meminum obat maupun periksa ke dokter.

Hipertensi menjadi salah satu faktor risiko penyebab kematian hampir di seluruh dunia, padahal kondisi ini sangat bisa dicegah. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 tercatat prevalensi hipertensi sebesar 34,1 persen dari populasi usia dewasa dan menjadi penyebab utama gagal ginjal yang harus menjalani cuci darah di Indonesia.

Masih banyak orang yang tidak menyadari bahwa ia mengidap hipertensi, ataupun pengidap hipertensi yang tidak menjalani pengobatan terkendali.



Simak Video "Kendala Vaksinasi Lansia: Banyak yang Tidak Sadar Tensinya Tinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/fds)