Jumat, 20 Sep 2019 07:59 WIB

Game Perang-perangan Diduga Picu Gangguan Irama Jantung pada Anak

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Ilustrasi bermain game (Foto: Shutterstock) Ilustrasi bermain game (Foto: Shutterstock)
Jakarta - Sesuatu yang menegangkan bisa berdampak pada fungsi jantung. Demikian juga game perang-perangan, yang dalam penelitian terbaru dikaitkan dengan gangguan irama jantung pada anak.

Para ilmuwan dari University of Sydney menemukan 3 kasus anak pingsan saat bermain game. Ketiganya mengalami masalah jantung sebagai akibat dari bermain game secara intens.

Pada salah satu kasus yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine, seorang bocah 10 tahun mendadak kehilangan kesadaran setelah bermain game di rumahnya. Ia mengalami ventricular fibrillation, yakni masalah pada irama jantung.

Baca juga:

Pada kasus kedua, bocah 15 tahun yang punya riwayat operasi jantung, juga pingsan dengan gangguan irama jantung. Ia mengalami ventriclar tachycardia, kondisi yang membuat jantungnya berdebar lebih kencang dari normal.

Sedangkan pada kasus ketika, bocah 11 tahun kolaps dengan diagnosis 'long QT syndrome'. Kondisi ini juga berhubungan dengan irama jantung.

"Apapun yang menyebabkan peningkatan mendadak hormon stres adrenalin bisa menyebabkan orang-orang rentan untuk mengalami irama jantung yang berbahaya," kata Dr Ronald Kanter, ahli jantung dari Nicklau Children's Hospital, dikutip dari Livescience.


Jaga kesehatan jantung dengan olahraga teratur. Ikuti Jakarta Heart Bike 2019 dengan mendaftar di tautan berikut.

Simak Video "WHO Tetapkan Kecanduan Game Sebagai Gangguan Mental"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)