Jumat, 20 Sep 2019 08:55 WIB

Riset: Bayi Lahir Caesar Lebih Berisiko Terkena Asma dan Infeksi Usus

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ilustrasi bayi (Foto: thinkstock) Ilustrasi bayi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Penelitian menemukan bahwa bayi yang lahir secara caesar lebih berisiko terinfeksi bakteri usus dan mengalami asma, dibandingan yang dilahirkan secara normal. Hal ini karena bayi hasil proses persalinan normal mendapatkan sebagian bakteri ususnya (microbiome) dari ibu mereka, sedangkan yang melalui bayi caesar tidak. Bayi yang lahir secara caesar, bakteri ususnya banyak didapatkan dari lingkungan rumah sakit tempat mereka dilahirkan.

Para peneliti dari Wellcome Sanger Institute, UCL, University of Birmingham menekankan, peran bakteri usus pada bayi belum terlalu jelas. Mereka mengatakan masih belum mengetahui, apakah perbedaan keadaan saat lahir ini akan berdampak pada kesehatannya di kemudian hari.

Profesor klinis di UCL, dr Nigel Field mengatakan, saat di dalam rahim, bayi masih sangat steril. Namun, saat mereka dilahirkan adalah saat yang tepat untuk membentuk sistem kekebalan tubuh.



"Ketika mereka dilahirkan, sistem kekebalan tubuh terbentuk dari sejumlah bakteri yang tersedia. karena saat dilahirkan, terjadi proses termostat yang menentukan kualitas sistem kekebalan tubuh sang bayi untuk di masa yang akan datang," ujar dr Field.

Dikutip dari Independent, dr Field mengatakan bahwa ada sebuah penelitian menunjukkan bayi yang dilahirkan melalui proses caesar memiliki risiko gangguan sistem kekebalan tubuh. Mereka akan lebih rentan terserang asma, penyakit radang usus, dan kondisi alergi lainnya.

"Singkatnya, perbedaan yang kami temukan antara keduanya sangat signifikan. Mereka dilahirkan dengan keadaan yang sama-sama sehat dengan bateri usus yang dimilikinya, namun belum diketahui bagaimana dampak kedepannya bagi kesehatannya," katanya.

Untuk mengetahuinya, para peneliti meneliti 1.679 sampel bakteri usus dari 596 bayi dan 175 ibu, dan hasilnya sesuai dengan apa yang telah dipaparkan sebelumnya. Para ahli dari Royal College of Obstetricians dan Gynecologists menegaskan, hal ini bukan untuk menghalangi wanita untuk melahirkan secara caesar, tetapi sebagai suatu pengetahuan baru di bidang kesehatan bayi di masa yang akan datang.



Simak Video "Melihat Proses Melahirkan dengan Operasi Caesar"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)