Jumat, 20 Sep 2019 16:34 WIB

Seputar Jantung Koroner, dari Penyebab hingga Pencegahan

Virgina Maulita Putri - detikHealth
Seputar Jantung Koroner, dari Penyebab hingga Pencegahan Foto: shutterstock Seputar Jantung Koroner, dari Penyebab hingga Pencegahan Foto: shutterstock
Jakarta - Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit kardiovaskuler yang umum ditemukan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan penyakit ini terkait dengan gaya hidup seseorang, sehingga bisa dengan mudah dicegah

Ketika terjadi, penyakit ini ditandai dengan terhambatnya pasokan darah yang kaya oksigen oleh plak yang ada di pembuluh darah jantung atau arteri koroner. Sehingga jantung tidak bisa mendapatkan pasokan oksigen yang memadai.



Agar terhindar dari penyakit jantung koroner, berikut fakta-fakta tentang penyakit ini mulai dari penyebab hingga pencegahannya yang dirangkum detikHealth dari berbagai sumber.

1. Penyebab Jantung Koroner

Jantung koroner disebabkan oleh adanya plak di pembuluh darah jantung yang menghambat pasokan darah yang kaya akan oksigen.

Plak yang menyumbat ini terbentuk dari penumpukan kolesterol dan substansi lainnya di pembuluh darah arteri. Plak ini bisa muncul di dinding arteri sejak usia muda, tapi semakin bertambahnya usia, risiko pembentukan plak menjadi semakin tinggi.

Jika tidak diobati, plak dapat menyebabkan menurunnya elastisitas pembuluh darah arteri serta menghambat kelancaran aliran darah. Plak yang semakin besar bisa menyempitkan pembuluh arteri jantung dan membuat suplai darah kaya oksigen yang menuju jantung makin sedikit.

2. Jenis Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner terbagi dalam beberapa jenis, tergantung dari tingkat risiko dan penyebabnya. Jenis-jenis penyakit jantung koroner antara lain angina pektoris atau yang dikenal dengan angin duduk, infark miokard dan serangan jantung akibat berhenti berdetak.

3. Gejala Penyakit Jantung Koroner

Sebagai salah satu penyakit yang mematikan, tentu setiap orang harus waspada dalam memperhatikan gejala terjadinya penyakit jantung koroner. Dikutip dari WebMD, gejala penyakit jantung koroner yang harus diwaspadai antara lain:

- Rasa nyeri di dada yang muncul saat seseorang sedang melakukan aktivitas fisik, makan, kedinginan atau stres.

- Pusing dan kelelahan yang bisa jadi muncul sebagai efek dari fungsi jantung yang tidak normal.

- Kesulitan bernapas dan rasa sesak di dada yang muncul akibat fungsi jantung yang tidak normal.



4. Faktor Risiko

Ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengidap penyakit jantung koroner yaitu:

- Merokok, karena kandungan nikotin dan karbon monoksida dalam rokok bisa menyebabkan jantung bekerja lebih keras serta meningkatkan risiko munculnya gumpalan darah di arteri.

- Kolesterol jahat seperti low-density lipoprotein (LDL) yang bisa menempel dan menumpuk di arteri koroner.

- Penderita diabetes memiliki risiko lebih besar terkena penyakit jantung koroner karena penderita diabetes diduga memiliki lapisan pembuluh darah yang lebih tebal sehingga menghambat kelancaran aliran darah.

- Tekanan darah tinggi juga bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner.

5. Pencegahan

Mengingat penyakit jantung koroner memiliki kaitan erat dengan gaya hidup, cara pencegahan yang paling mudah dilakukan adalah dengan menganut gaya hidup sehat.

Ubah gaya hidup kalian dengan rajin berolahraga, berhenti merokok, makan makanan sehat, hindari makanan dengan kandungan lemak dan garam yang tinggi, mengontrol tekanan darah dan istirahat yang cukup.

Simak Video "Ragam Jasa 'Permak' Mr P Selain Mak Erot"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/erd)