Jumat, 20 Sep 2019 19:42 WIB

Boleh Nggak Sih Tetap Diet Saat Hamil?

Akfa Nasrulhak - detikHealth
Foto: shutterstock Foto: shutterstock
Jakarta - Ketika calon ibu mengalami morning sickness, biasanya terasa mual untuk makan atau minum. Seringkali para calon ibu berpikir bahwa jika tidak makan atau diet, maka akan merasa lebih baik. Namun, apakah diperbolehkan diet saat hamil?

Menurut Head of Medical Kalbe Nutritionals dr Muliaman Mansyur, pada saat hamil calon ibu tidak disarankan untuk diet. Saat masa hamil hingga menyusui, calon ibu bahkan membutuhkan asupan makanan yang lebih banyak serta nutrisi yang tepat untuk pertumbuhan janin.

"Pada saat hamil, tidak disarankan untuk diet karena pada saat hamil sebenarnya tubuh butuh nutrisi makro dan nutrisi yang lebih banyak sampai 25 persen dari saat normal," ujar dr Muliaman kepada detikHealth, Jumat (20/9/2019).



Namun, ketika morning sickness berlalu, nafsu makan ibu hamil biasanya meningkat. Nah saat masa ini, maka para ibu harus menjaga makanan baik dari kualitas maupun kebersihan. Hal itu karena makanan yang calon ibu makan adalah sumber makanan utama bayi.

"Pemilihan nutrisi yang sesuai seperti tidak banyak mengonsumsi gula dan lemak bisa dilakukan. Pilihlah makanan yang lengkap dan seimbang komposisi nutrisi makronya seperti protein karbohidrat dan lemak. Calon ibu juga harus memilih nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan ibu hamil dan janin," ujar dr Muliaman.

"Misalnya vitamin dan mineral, asam folat, zat besi, kalsium, vitamin D, serta asam lemak esensial seperti Omega 3 dan 6, serta DHA," tambahnya.

Usai masa kehamilan, yakni saat ibu menyusui, menurut dr Muliaman juga asupan nutrisi yang dibutuhkan akan lebih besar lagi. Dibandingkan saat hamil, asupan nutrisi yang diperlukan ketika menyusui lebih banyak sekitar 30 persen.

"Tambahan nutrisi dari kebutuhan harian itu karena ibu harus memproduksi ASI yang berkualitas. Mengonsumsi asupan kalsium, DHA dan vitamin B serta nutrisi makro lain adalah contoh yang dibutuhkan saat menyusui," ujarnya.



Menurut dr Muliaman, dengan banyaknya kebutuhan asupan tersebut tentu akan mempengaruhi berat badan. Namun, tak perlu khawatir, kenaikan berat badan selama kehamilan dikatakan normal dan bisa di tolerir dari segi kesehatan ibu dan janin yaitu tidak lebih dari 16 kg kenaikan berat badannya.

"Rata-rata kenaikannya sekitar 10-12 kg, misalnya saat sebelum hamil berat badan adalah 50 kg, maka maksimal berat badan saat hamil atau menyusui adalah 66 kg," ujarnya.

Setelah selesai melahirkan, lanjut dr Muliaman, berat badan biasanya turun. Ibu menyusui pun juga bisa mengontrol berat badannya lagi, terutama setelah selesai memberikan ASI eksklusif bagi bayi agar berat badan kembali normal dan ideal.

Selain itu, saat masa kehamilan dan menyusui, sebagai nutrisi tambahan juga bisa mengonsumsi susu ibu hamil. Minum 2 gelas per hari untuk dapat memenuhi kebutuhan nutrisi lengkap yang dibutuhkan ibu dan bayi. Seperti PRENAGEN, produk susu yang mengandung nutrisi lengkap, baik makro maupun mikro yang dibutuhkan pada setiap tahap kehamilan dan menyusui.

Selain untuk masa kehamilan, PRENAGEN juga bisa membantu meningkatkan produksi ASI karena mengandung vitamin B2, B12, dan D3, serta kalsium, omega 3, omega 6 dan DHA. Rangkaian nutrisi tersebut juga sangat baik untuk perkembangan otak bayi.

Simak Video "Sayuran-sayuran Ini Bisa Bantu Berat Badanmu Cepat Turun"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/mpr)