Jakarta -
Nyeri dada yang suka datang tiba-tiba lalu hilang sendiri bisa disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya serangan serangan jantung. Oleh karena itu penting bagi kita agar bisa mengenali tanda-tandanya.
Menurut Organisasi Kesehatan Internasional (WHO) pada tahun 2016 ada sekitar 17,9 juta kematian yang 85 persen di antaranya karena serangan jantung dan stroke. Olahraga jadi cara yang disarankan untuk menjaga kesehatan, menghindari serangan jantung.
Satu olahraga yang disarankan contohnya bisa dengan ikutan Jakarta Heart Bike 2019. Pendaftarannya dibuka di link ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah kembali ciri khas nyeri dada tanda serangan jantung, berikut rangkuman detikcom dari berbagai sumber.
Sulit ditunjuk lokasinya
Foto: BBC Magazine
|
dr Manoefris Kasim, SpJP(K), SpKN, FIHA, FACC, FASCC, dari RS Awal Bros Bekasi Timur mengatakan nyeri dada akibat penyakit jantung biasanya melebar dan sulit ditentukan letak pastinya. Biasanya nyeri muncul di area dada.
"Kalau nyerinya susah ditunjukkan lokasinya, tidak lokal itu biasanya tanda penyakit jantung," tutur dr Manoefris.
"Tapi kalau nyerinya lokal, dalam artian bisa ditunjukkan lokasinya di mana, diteken gitu sakit, itu kemungkinan nyeri dadanya karena otot bukan jantung," pungkasnya beberapa waktu lalu.
Intensitas hebat dan konstan
Foto: Thinkstock
|
Kardiolog dari RS Mount Elizabeth Novena, dr Kenneth Ng Kwan Chung, mengatakan kalau nyeri dada karena serangan jantung rasanya sangat sakit dan konstan. Artinya nyeri tidak berlangsung hanya beberapa detik karena hal itu bisa jadi hanya karena kurangnya aliran darah atau kondisi lain.
"Sangat sakit dan kontinyu selama sekitar 10-15 menit itu serangan jantung, nyeri yang konstan," ujar dr Kenneth.
Sakit di lengan sampai ke leher
Foto: iStock
|
Kadang nyeri dada tidak hanya satu-satunya tanda dari serangan jantung. Menurut pakar jantung dari RS Universitas Indonesia (RSUI), dr Dian Zamroni, SpJP, FIHA, rasa sakit di lengan kanan atau kiri yang terasa menembus punggung sampai leher juga bisa tanda serangan jantung.
Ia menyarankan agar segera memeriksakan diri jika gejala tersebut timbul demi keselamatan diri dan lingkungan.
"Sebaiknya, gejala yang seringkali membuat kecolongan inilah yang harus diwaspadai. Jangan takut untuk melakukan check up dan konsultasi ke dokter yang sesuai dengan bidangnya agar bisa melakukan pengobatan hingga pencegahan," kata dr Dian.
Nyeri sampai sulit bernapas
Foto: shutterstock
|
Menurut lembar fakta yang dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) nyeri yang diakibatkan serangan jantung bisa sampai membuat seseorang mengalami kesulitan bernapas. Kondisi ini digambarkan banyak penderitanya seperti membawa beban yang berat di dada atau seperti dada diikat ketat.
"Gejala serangan jantung berarti nyeri dada hebat sekali, kalau orang ngomongnya seperti ditindih gajah, sakit beratnya sehingga dia tidak bisa bernapas jadi sesak napas. Nah itu disertai oleh mual, muntah, berkeringat," tutur dr Ayuthia Putri Sedyawan, BMedSc, SpJP, FIHA, dari Mayapada Hospital Lebak Bulus.
dr Manoefris Kasim, SpJP(K), SpKN, FIHA, FACC, FASCC, dari RS Awal Bros Bekasi Timur mengatakan nyeri dada akibat penyakit jantung biasanya melebar dan sulit ditentukan letak pastinya. Biasanya nyeri muncul di area dada.
"Kalau nyerinya susah ditunjukkan lokasinya, tidak lokal itu biasanya tanda penyakit jantung," tutur dr Manoefris.
"Tapi kalau nyerinya lokal, dalam artian bisa ditunjukkan lokasinya di mana, diteken gitu sakit, itu kemungkinan nyeri dadanya karena otot bukan jantung," pungkasnya beberapa waktu lalu.
Kardiolog dari RS Mount Elizabeth Novena, dr Kenneth Ng Kwan Chung, mengatakan kalau nyeri dada karena serangan jantung rasanya sangat sakit dan konstan. Artinya nyeri tidak berlangsung hanya beberapa detik karena hal itu bisa jadi hanya karena kurangnya aliran darah atau kondisi lain.
"Sangat sakit dan kontinyu selama sekitar 10-15 menit itu serangan jantung, nyeri yang konstan," ujar dr Kenneth.
Kadang nyeri dada tidak hanya satu-satunya tanda dari serangan jantung. Menurut pakar jantung dari RS Universitas Indonesia (RSUI), dr Dian Zamroni, SpJP, FIHA, rasa sakit di lengan kanan atau kiri yang terasa menembus punggung sampai leher juga bisa tanda serangan jantung.
Ia menyarankan agar segera memeriksakan diri jika gejala tersebut timbul demi keselamatan diri dan lingkungan.
"Sebaiknya, gejala yang seringkali membuat kecolongan inilah yang harus diwaspadai. Jangan takut untuk melakukan check up dan konsultasi ke dokter yang sesuai dengan bidangnya agar bisa melakukan pengobatan hingga pencegahan," kata dr Dian.
Menurut lembar fakta yang dirilis oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) nyeri yang diakibatkan serangan jantung bisa sampai membuat seseorang mengalami kesulitan bernapas. Kondisi ini digambarkan banyak penderitanya seperti membawa beban yang berat di dada atau seperti dada diikat ketat.
"Gejala serangan jantung berarti nyeri dada hebat sekali, kalau orang ngomongnya seperti ditindih gajah, sakit beratnya sehingga dia tidak bisa bernapas jadi sesak napas. Nah itu disertai oleh mual, muntah, berkeringat," tutur dr Ayuthia Putri Sedyawan, BMedSc, SpJP, FIHA, dari Mayapada Hospital Lebak Bulus.
(fds/fds)