Senin, 23 Sep 2019 06:01 WIB

Lemak di Darah Vs Lemak di Bawah Kulit, Bedanya Apa Sih?

Michelle Natasya - detikHealth
Pola makan yang tidak sehat memicu penumpukan lemak (Foto: iStock) Pola makan yang tidak sehat memicu penumpukan lemak (Foto: iStock)
Jakarta - Lemak dalam darah bisa lebih berbahaya bagi jantung dibandingkan dengan lemak di bawah kulit. Hal ini karena lemak dalam darah dapat menumpuk sehingga memicu penyempitan pembuluh darah di jantung. Lalu, apa yang membedakan keduanya?

dr. BRM Ario Soeryo Kuncoro, SpJP (K), FIHA, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah sekaligus Wakil Sekjen PERKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia), menjelaskan bahwa lemak dalam darah bisa berasal dari makanan yang dikonsumsi. Sedangkan lemak di bawah kulit biasanya berasal dari cadangan kalori yang tidak terbakar.

"Lemak yang ada di bawah kulit itu adalah tumpukan proses lemak yang tidak terpakai dengan baik sehingga menumpuk di tempat-tempat tertentu. Pada perempuan biasa lemak ini menumpuk di pinggang. Sedangkan, pada laki-laki biasanya di area perut," katanya.



Pada dasarnya, manusia selalu memerlukan lemak untuk proses metabolisme tubuh. Namun terkadang, asupan lemak yang masuk melebihi kebutuhan sehingga malah membahayakan.

Bila dilakukan dengan benar, aktivitas fisik seperti olahraga bisa membakar lemak berlebih. Selain itu, tentunya diet yang tepat juga menurunkan risiko penumpukan lemak baik di pembuluh darah maupun di bawah kulit.



Simak Video "Cara Makan Gorengan Tanpa Bikin Kolesterol Tinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)