dr. BRM Ario Soeryo Kuncoro, SpJP (K), FIHA, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah sekaligus Wakil Sekjen PERKI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia), menjelaskan bahwa lemak dalam darah bisa berasal dari makanan yang dikonsumsi. Sedangkan lemak di bawah kulit biasanya berasal dari cadangan kalori yang tidak terbakar.
"Lemak yang ada di bawah kulit itu adalah tumpukan proses lemak yang tidak terpakai dengan baik sehingga menumpuk di tempat-tempat tertentu. Pada perempuan biasa lemak ini menumpuk di pinggang. Sedangkan, pada laki-laki biasanya di area perut," katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada dasarnya, manusia selalu memerlukan lemak untuk proses metabolisme tubuh. Namun terkadang, asupan lemak yang masuk melebihi kebutuhan sehingga malah membahayakan.
Bila dilakukan dengan benar, aktivitas fisik seperti olahraga bisa membakar lemak berlebih. Selain itu, tentunya diet yang tepat juga menurunkan risiko penumpukan lemak baik di pembuluh darah maupun di bawah kulit.
(up/up)











































