Senin, 23 Sep 2019 16:18 WIB

6 Tahun Menikah dengan Pria Positif HIV, Kok Bisa Wanita Ini Tak Tertular?

Firdaus Anwar - detikHealth
HIV bisa terdeteksi negatif saat jumlah virus dalam darah minim. (Foto: iStock) HIV bisa terdeteksi negatif saat jumlah virus dalam darah minim. (Foto: iStock)
Jakarta - Pengidap human immunodeficiency virus (HIV) kadang masih mendapat stigma di tengah masyarakat. Oleh karena itu satu wanita berusaha menghadapinya dengan menceritakan bagaimana ia sudah 6 tahun menikah dengan pria pengidap HIV dan bisa bebas infeksi.

"Yes, saya negative HIV, almost 6 years, married to HIV+ guy. With HAART treatment, we live like a normal married couple!!!," tulisnya dengan akun @Suamikuhivpoz di Twitter sambil menyertakan foto yang tampak seperti alat tes HIV pada Sabtu (21/9).


Unggahan sang wanita tersebut kini viral diretweet lebih dari 4,5 ribu kali dan mengundang 5,8 like. Beberapa netizen ada yang penasaran bagaimana ia bisa bebas infeksi dan apakah anaknya kelak juga bebas risiko HIV.

Terkait hal tersebut Ayu Oktaviana dari Indonesia AIDS Coalition (IAC) pernah menjelaskan bahwa pasangan HIV tetap bisa memiliki anak yang sehat. Hal ini bisa dicapai bila pasangan patuh menjalani pengobatan sehingga virus bisa ditekan.

Bila istri yang positif HIV ada program bernama Preventing Mother to Child Transmission (PMTC). Saat merencakan kehamilan biasanya dokter akan meminta tes rutin Cluster Differentiation 4 (CD4) untuk mengontrol jumlah sel darah putih. Seorang pengidap HIV dinyatakan sehat bila CD4 lebih dari 350.

Dengan kondisi tubuh sehat seorang ibu pengidap HIV bahkan diperbolehkan menyusui bayinya.


Namun sebenarnya status HIV negatif juga memiliki beberapa makna. Pertama, benar-benar negatif dalam arti sama sekali tidak tertular. Ini dimungkinkan bila hubungan seks dilakukan dengan proteksi maksimal, atau dilakukan saat viral load (jumlah virus dalam darah) sangat minimal.

Kedua, status HIV negatif juga bisa diartikan bahwa tidak ada virus yang terdeteksi saat pemeriksaan. Apakah benar-benar tidak ada virus? Belum tentu, karena metode tes juga punya keterbatasan. Viral load yang terlalu sedikit bisa jadi tidak terdeteksi.

Seseorang yang punya risiko terinfeksi biasanya dianjurkan untuk periksa lagi beberapa bulan kemudian bila dalam pemeriksaan pertamanya muncul hasil negatif. Bisa jadi, hasil negatif didapat karena pemeriksaan dilakukan masih dalam periode jendela (window period), beberapa bulan sebelum didapatkan hasil positif.



Simak Video "Viral! ODGJ Bantu Buka Jalan Ambulans di Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)