Dari yang protes membawa-bawa kandasnya kisah cinta, curhat "asline mager", sampai hadirnya mereka yang introvert. Bahkan di Yogyakarta, ada yang membawa poster iklan jasa bimbingan skripsi.
Poster bernada sindiran lucu turut mewarnai demo mahasiswa. (Foto: Rifkianto Nugroho) |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada dasarnya orang melakukan aksi itu kan ingin menjadi pusat perhatian. Nah kita lihat bahwa ternyata jamannya sekarang ini bukan cuma televisi tapi juga media sosial punya peran untuk menyebarkan informasi yang jauh lebih baik," kata dr Andri pada detikcom, Selasa (24/9/2019).
"Kalau di televisi yang kaya gitu bisa juga sih kelihatan tapi untuk wartawan di media sosial ataupun online mungkin hal-hal seperti itu akan lebih gampang jadi suatu pusat perhatian. Apa yang dimaksud demonya sendiri tercapai seenggaknya orang-orang bisa lihat," lanjutnya.
Siapa yang perlu dirukiah? (Foto: Rifkianto Nugroho) |
(fds/up)












































Poster bernada sindiran lucu turut mewarnai demo mahasiswa. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Siapa yang perlu dirukiah? (Foto: Rifkianto Nugroho)