Rabu, 25 Sep 2019 08:06 WIB

Bukan Pecah Pembuluh Darah, Ini Dampak Sesungguhnya Kecanduan Mobile Legend

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi kecanduan mobile legend. Foto: Grandyos Zafna Ilustrasi kecanduan mobile legend. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Remaja, dewasa bahkan anak-anak saat ini sedang menggandrungi main game online, seperti Mobile Legend, PUBG, Ragnarok, dan sederet game online lainnya. Meski main game online tak menjadi masalah, akan timbul risiko kesehatan apabila dilakukan terus menerus dan tanpa istirahat.

"Main game kan otak jadi lelah. Jadi gini, meski belum ada hubungan langsung antara game dan otak tapi yang pasti game merusak mata. Minusnya nambah, silinder nambah, karena selalu nunduk dan menatap layar" sebut spesialis saraf dari RS Pondok Indah, dr Rubiana Nurhayati, SpS, saat dijumpai detikcom, Selasa (24/9/2019).

Selain itu, dr Rubi, sapaannya, menyebut postur tubuh ketika main game terlalu lama akan menimbulkan ketegangan pada leher dan pinggang, serta memicu sakit kepala yang hebat. Game bisa menimbulkan migrain apalagi kalau bermain dengan layar terlalu terang.



"Tapi kalau merusak otak? Nah harus cari dulu merusaknya karena apa. Kalau merusak komponen otak dan sel-sel otak, saya kira tidak karena belum ada penelitian. Tapi kalau bikin orang jadi oneng, misalnya, bisa jadi karena kan dia nggak belajar karena main game mulu," tambahnya.

Tak hanya psikis, main game berlebihan pun akan berdampak pada psikologis anak. Mood jadi terganggu, anak jadi gampang emosi dan bahkan tak punya teman karena keseringan main game online.

"Main game secara bijak aja lah. Karena game itu mengganggu pada seluruh tubuh kita jadi tetap kita harus jaga," tutupnya.



Simak Video "WHO Tetapkan Kecanduan Game Sebagai Gangguan Mental"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)