Rabu, 25 Sep 2019 09:08 WIB

Kecanduan Game Bisa Merusak Otak Ada Benarnya, Ini Penjelasan Dokter

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi kecanduan main game Mobile Legend. Foto: Grandyos Zafna Ilustrasi kecanduan main game Mobile Legend. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Pada prinsipnya, main game jenis apapun juga harus ada batasan. Tidak boleh lebih dari sekian jam agar otak tidak bekerja berlebihan. Selain itu dianjurkan melakukan peregangan agar badan tidak kaku, tidurnya cukup dan jangan main game di waktu tidur sebab otak butuh istirahat.

"Kenapa game selalu dibilang merusak otak, karena yang main nggak pernah istirahat. Orang kalau main game, kita nggak boleh mati apalagi game online. Mainnya rame-rame dan itu asyik kan," sebut spesialis saraf dari RS Pondok Indah, dr Rubiana Nurhayati, SpS, saat dijumpai detikcom, Selasa (24/9/2019).

"Semua jadi kelewat, tidurnya pun kelewat. Nah otak juga butuh tidur, butuh istirahat untuk memperbaiki metabolisme tubuh," sambungnya.



Banyak yang mengait-ngaitkan main game dengan kerusakan otak karena dalam kenyataan banyak orang yang memang main game tanpa tahu batasan waktu dan bisa disebut ketergantungan. Tidak berhenti main berjam-jam bahkan sampai lupa makan yang semuanya akan berdampak pada kerja tubuh.

"Ya kalau di push lama-lama, fungsi otak juga menurun. Bisa memorinya, fokusnya berkurang, mood terganggu dan bikin lambat berfikir," kata dr Rubi.

Bagi yang sekarang merasa tak henti-henti bermain game online, atau baru mencoba main game, disarankan memainkannya tidak lebih dari dua jam sehari. Hindari main game di waktu-waktu tidur utamanya dini hari karena bukan hanya menghambat waktu istirahat tetapi juga berpengaruh pada stamina keesokan harinya.

"Kurangi main game. Dampaknya bisa ke tubuh yang lain, nggak cuma otak tetapi mata, leher, kadang lupa makan jadi daya tahan tubuh menurun, nggak istirahat," ujarnya mengakhiri percakapan.



Simak Video "WHO Tetapkan Kecanduan Game Sebagai Gangguan Mental"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)