Rabu, 25 Sep 2019 11:30 WIB

Sering Sakit Kepala? Waspadai Aneurisma yang Lebih Mematikan dari Stroke

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Jika sakit kepala dialami terus menerus, harus lebih waspada penyakit lain. (Foto: iStock) Jika sakit kepala dialami terus menerus, harus lebih waspada penyakit lain. (Foto: iStock)
Jakarta - Sakit kepala kerap disepelekan oleh banyak orang karena dianggap akan sembuh dengan sendirinya. Bahkan sakit kepala disebut menjadi 'penyakit sehari-hari' saking seringnya dialami.

Penyebab sakit kepala bisa beragam, mulai dari stres, kelelahan, kurang istirahat, dehidrasi atau kurang asupan. Tapi jika sakit kepala dialami terus menerus, harus lebih waspada karena bisa jadi gejala aneurisma.

Dalam bahasa medis, aneurisma otak didefinisikan sebagai pelebaran struktur dinding pembuluh darah karena lemahnya dinding tersebut. Aneurisma akan berakibat fatal jika terjadi pada pembuluh arteri otak, aorta, pembuluh dekat batang otak serta abdomen.


Spesialis saraf dari RS Pondok Indah, Dr dr Mardjono Tjahjadi, SpBS, PhD menyebut bentuk aneurisma seperti balon. Makin besar ia, makin mudah pecah karena makin tipis. Jika terkena pembuluh darah yang besar, hanya tunggu waktu 'balon' itu akan pecah.

"Aneurisma itu nggak bergejala. Dia silent killer jadi betul-betul dia hanya bergejala kalo pecah," katanya saat dijumpai detikcom, Selasa (24/9/2019).

Kalaupun bergejala, yang paling umum dirasakan adalah sakit kepala hebat. Sakit kepala yang disebabkan aneurisma jika terasa hilang-timbul, adanya nyut-nyutan dan dibarengi dengan kesemutan serta baal di salah satu sisi tubuh.

"Aneurisma sampai pecah pembuluh darah otak, bisa berakibat stroke hemoragik (stroke pendarahan). Ini penyakit yang ngeri-ngeri sedap, bahkan pasien sampai meninggal kadang tidak tahu kalau punya aneurisma," imbuhnya.



Simak Video "Cerita Penulis Vabyo Kena Stroke di Usia 35 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)