Rabu, 25 Sep 2019 13:35 WIB

Terjebak Bentrok Saat Demo Mahasiswa? Waspadai Trauma Psikis

Michelle Natasya - detikHealth
Trauma bisa muncul dari yang semula ikut demo untuk having fun, ternyata berakhir bentrok. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Jakarta - Bentrok antara mahasiswa dengan aparat kepolisian terjadi saat demo di gedung DPR Selasa (24/9/2019). Sebanyak 90 mahasiswa korban bentrokan dibawa ke UGD Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP). Sebagian mahasiswa ada yang mengalami histeris.

"Keluhannya kebanyakan pasien datang ke sini kondisinya sesak karena terkena gas air mata itu, terus kemudian pasien histeris ataupun karena mungkin lari larian kejar-kejaran dan ketakutan makanya pasien di sini histeris," kata Kabid Humas RSPP Agus W Susetyo, Selasa (24/9/2019).

Beberapa mahasiswa juga mengalami memar, luka terbuka, patah tulang, bahkan sampai sobek di kepala. Tidak hanya mahasiswa, aparat keamanan dan wartawan pun turut menjadi korban dalam demo kemarin.



Dikutip dari PsychCentral, demo yang tiba-tiba ricuh diliputi dengan aksi kekerasan dapat menyebabkan dampak traumatis, baik bagi korban maupun orang yang menyaksikan. Linda Setiawati, M.Psi, psikolog dari Personal Growth juga membenarkan hal tersebut.

"Ya bisa saja (trauma), kalau demo tiba-tiba berakhir ricuh," kata Linda.

Menurutnya, seseorang dapat mengalami trauma, melalui dua cara yaitu direct trauma dan indirect trauma. Direct trauma dialamai seseorang yang mengalami sebuah kejadian secara langsung. Sedangkan, indirect trauma dialami oleh orang yang tidak mengalami kejadian secara langsung, namun bisa mendengar cerita atau melihat kejadian melalui berbagai media.



Simak Video "Ciri-ciri Trauma hingga Depresi yang Terjadi Akibat Syok Hebat"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)