Rabu, 25 Sep 2019 21:34 WIB

Perdarahan Otak Harus Ditangani Segera, Ada Risiko Herniasi Bila Ditunda

Rosmha Widiyani - detikHealth
Seorang mahasiswa mengalami perdarahan otak dalam demo yang berakhir ricuh (Foto: Rico Bagus) Seorang mahasiswa mengalami perdarahan otak dalam demo yang berakhir ricuh (Foto: Rico Bagus)
Jakarta - Perdarahan otak disebut terjadi pada Faisal Amir dari Universitas Al-Azhar, yang mengikuti unjuk rasa pada Selasa (24/9/2019). Saat ini Faisal telah ditangani dan sedang dirawat di RS Pelni.

Menurut dokter ahli saraf Dr dr Yetty Ramli, SpS(K), dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM), perdarahan otak harus segera ditangani. Perdarahan menjadi salah satu risiko terjadinya herniasi otak.

"Herniasi terjadi akibat udem atau pembengkakan otak, jadi bisa turun ke batang otak atau bergantung letak herniasinya. Bisa di tengah atau daerah pinggir pembatas dan daerah suprantetorium atau di bawahnya," kata dr Yetty.



Cairan yang terkumpul saat perdarahan dan tidak keluar mengakibatkan terjadinya pembengkakan otak. Pembengkakan ini menekan dan menggeser jaringan otak, cairan, darah, dan komponen lain dari posisi normalnya. Herniasi bisa mengakibatkan kerusakan otak, kehilangan kesadaran, hingga kematian.

Salah satu cara mengatasi herniasi adalah operasi untuk mengeluarkan darah dan mengeringkan otak. Tindakan ini juga untuk mengembalikan tekanan dalam otak (intrakranial) supaya tidak lagi terlalu tinggi, sehingga pasien bisa berfungsi normal.



Simak Video "Begini Penjelasan Dokter Soal Kedutan"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)