Rabu, 25 Sep 2019 22:30 WIB

Ini Alasannya Perdarahan Otak Harus Segera Ditangani di Rumah Sakit

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Seorang mahasiswa mengalami perdarahan otak dalam demo ricuh di sekitar Gedung DPR (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta - Seorang mahasiswa dari Universitas Al-Azhar, Faisal Amir, mengalami pendarahan otak setelah mengikuti aksi demonstrasi pada Selasa (24/9/2019) kemarin. Saat ini Faisal dirawat di Rumah Sakit Pelni.

Dokter spesialis bedar saraf, dr Subrady Leo Soetjipto Soepodo, SpBS, mengatakan kasus seperti yang dialami Faisal harus segera di bawa ke rumah sakit untuk ditindak lanjuti. Otak yang mengalami pendarahan merupakan keadaan yang darurat.

"Karena benturannya sangat keras atau trauma kepalanya tembus hingga menyebabkan tulang tengkoraknya pecah atau retak itu adalah keadaan emergency (darurat). Kapan itu terjadi, ya saat itu juga harus langsung dibawa ke rumah sakit untuk ditindaklanjuti," jelas dr Leo pada detikcom, Rabu (25/9/2019).



Dalam hal ini, pendarahan otak harus didiagnosis sebaik mungkin. Jika ada luka terbuka atau dilihat melalui CT scan dan pendarahan yang terjadi di otak jumlahnya cukup besar, harus melakukan transfusi darah.

"Kalau saat dilihat dari luka terbuka atau CT scan bagian otaknya mengalami pendarahan yang jumlahnya cukup besar, kalau kita bilang besar itu lebih dari 20 CC, harus segera dilakukan tindakan tranfusi darah," ujarnya.

dr Leo menambahkan, jika keadaan yang dialami Faisal ini langsung terjadi di tempat benturannya, maka bisa disebut dengan cedera otak primer. Keadaan ini bisa berkelanjutan menjadi cedera otak sekunder, saat pasien yang mengalami benturan mengalami kejang dan tidak bernapas.



Simak Video "Cerita Pilu Pakar Smart City Kesulitan Cari Bantuan RS saat Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)