Kamis, 26 Sep 2019 18:02 WIB

Soal Siswa STM yang Ikut Demo, Psikolog: Hormonnya Belum Stabil

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Pelajar demo di Senayan. (Foto: Farih/detikcom) Pelajar demo di Senayan. (Foto: Farih/detikcom)
Jakarta - Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh anak-anak siswa STM pada Rabu (25/9/2019) lalu juga berakhir ricuh. Turunnya siswa STM ke jalan menarik perhatian netizen dan menimbulkan banyak persepsi, dari positif hingga negatif.

Aksi ini dipandang positif karena ikut mendukung tuntutan yang sebelumnya telah dikemukakan oleh mahasiswa pada demo sebelumnya. Ada juga yang berpendapat hanya ikut-ikutan tanpa tahu untuk apa demo ini dilakukan.

Psikolog Anna Surti Ariani mengatakan, aksi siswa STM ini bisa didorong oleh faktor hormonal yang dimilikinya. Karena di usia remaja adalah masa pubertas, yang memang cenderung ingin diakui lingkungan.


"Usia remaja itu ada yang namanya masa pubertas. Di masa itulah hormonnya sedang tidak stabil. Mereka cenderung ingin diakui dan diterima oleh lingkungan, bagaimanapun caranya," jelasnya pada detikcom di daerah Senayan, Kamis (26/9/2019).

Anna mengatakan, perubahan hormon mendukung remaja berperilaku lebih impulsif dibandingkan dengan usia-usia sebelum maupun sesudah masa remaja. Pada saat ini, remaja memang cenderung ingin mendapat pengakuan dari orang lain.

"Faktor perubahan hormonal inilah yang membuat remaja lebih impulsif dan rentan untuk ikut-ikutan aksi seperti demo ini. Diingat ya hanya rentan atau cenderung bukan pasti menyebabkan hal tersebut terjadi," kata Anna.



Simak Video "Dari Kacamata Psikolog Soal Pedangdut dan DJ Sering Dicap Negatif"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)