Minggu, 29 Sep 2019 18:28 WIB

Obesitas Bukan Tanda Makmur, Dokter Ingatkan Risiko Penyakit Jantung

Rosmha Widiyani - detikHealth
Satia Putra, bocah obesitas asal Karawang yang meninggal karena asma. Foto: Luthfiana Satia Putra, bocah obesitas asal Karawang yang meninggal karena asma. Foto: Luthfiana
Jakarta - Obesitas yang menyebabkan diabetes, darah tinggi, dan gangguan jantung menyerang berbagai lapisan usia. Kondisi berat badan berlebih ini, menjadi faktor utama terjadinya berbagai penyakit tidak menular.

"Gangguan obesitas ini pada dasarnya adalah penyakit. Dulu gemuk dianggap makmur atau baik padahal sebaliknya. Obesitas memicu masalah di jantung dan pembuluh darah," kata dokter ahli jantung dr Ario Soeryo Kuncoro, SpJP(K).


Kerja jantung yang terlalu berat akibat obesitas dapat memicu terjadinya serangan. Dengan fakta tersebut, dr Ario menyarankan selalu menerapkan pola hidup sehat. Pola ini terdiri atas rajin olahraga, rutin makan buah dan sayur, serta tidak merokok.

Obesitas terjadi saat tubuh terus diberi asupan yang kandungannya tidak sesuai kebutuhan tubuh. Selain pola hidup sehat, obesitas bisa dihindari dengan memperhatikan peningkatan berat badan. Untuk anak, tersedia kurva pertumbuhan untuk mengecek apakah berat badan masih terkategori sehat.

Terkait olahraga, dr Ario mengingatkan supaya tidak dilakukan hanya sehari namun hingga 2 jam. Olahraga untuk mencegah gangguan jantung harus dilakukan konstan, punya irama tertentu, dan bersifat meningkatkan endurance tubuh.



Simak Video "Cara Murah dan Mudah Hindari Penyakit Jantung"
[Gambas:Video 20detik]
(frp/frp)