Selasa, 01 Okt 2019 07:05 WIB

Ini Sebabnya Mata Terasa Perih Saat Melintas di Bekas Lokasi Demo Semalam

Widiya Wiyanti - detikHealth
Efek gas air mata bertahan cukup lama di sekitar lokasi kericuhan (Foto: Ari Saputra) Efek gas air mata bertahan cukup lama di sekitar lokasi kericuhan (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Gas air mata lagi-lagi mewarnai aksi demo yang dilakukan mahasiswa dan pelajar pada Senin (20/9/2019) malam tadi. Bila pagi ini melintas lokasi demo, mungkin mata masih akan terasa pedih.

Efek dari gas air mata sulit hilang. Lama atau sebentarnya efek gas air mata hilang tergantung pada komponen pembentuknya. Komponen-komponen pembentuknya akan menjadi sebuah agen yang berfungsi untuk mengaktifkan salah satu atau dua reseptor rasa sakit, yaitu TRPA1 atau TRPV1.

Salah satu agen yang dapat mengaktifkan TRPA1 adalah 2-chlorobenzalmalonitrile atau gas CS. Agen ini adalah senyawa yang mengandung klor yang bertiup ke udara sebagai partikel halus.

"Mereka sebenarnya tersebar dengan membakar serta menempel pada kulit atau pakaian dan dapat bertahan untuk sementara waktu," ujar Sven-Eric Jordt, ahli anestesi di Universitas Duke.



Sementara itu, ilmuwan kesehatan masyarakat di University of California, Berkeley, Rohini Haar menjelaskan, gas CS adalah yang paling umum dari agen pengaktif TRPA1 ini, tetapi, baru-baru ini, banyak aparat penegak hukum yang telah mulai menggunakan senyawa yang lebih baru.

"Semakin banyak, ada versi tingkat yang lebih tinggi yang disebut CS2 atau kadang-kadang CX. Mereka (mengandung silikon) sehingga dapat bertahan lebih lama di lingkungan dan tidak hancur dengan cepat," jelasnya dikutip dari Scientific American.

Gas dengan versi lebbih tinggi akan bertahan lebih lama di lingkungan dan juga lebih berbahaya jika terpapar kepada tubuh. Gas itu akan mempengaruhi suatu daerah selama beberapa hari.



Simak Video "Teknik Meditasi Pernapasan Sederhana"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)