Rabu, 02 Okt 2019 17:05 WIB

Komentar Menkes Soal Tuntutan Buruh yang Tak Ingin Iuran BPJS Naik

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Menkes Nila F Moeloek tidak banyak berkomentar banyak soal penolakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Foto: Lamhot Aritonang Menkes Nila F Moeloek tidak banyak berkomentar banyak soal penolakan kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Hari ini ribuan buruh melakukan aksi massa di depan gedung DPR. Ada beberapa tuntutan yang mereka suarakan, salah satunya soal menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

"Kita ingin memastikan DPR dan Presiden menolak kenaikan BPJS Kesehatan. Khususnya kelas 3 akan mengakibatkan daya beli turun. Misal kelas 3 jadi Rp 42 ribu dari Rp 25.500, Rp 42 ribu satu bapak, ibu, tiga anak Rp 42 kali 5 Rp 210 ribu," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal.

Menanggapi tuntutan pedemo soal BPJS Kesehatan, Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek, tak ingin berkomentar banyak. Hanya menegaskan bahwa soal kenaikan BPJS Kesehatan akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.



"BPJS-nya jangan (dibahas) dulu dong," katanya saat dijumpai pada agenda Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di Gedung Kementerian Kesehatan, Rabu (2/10/2019).

Sebelumnya Presiden Jokowi berjanji akan mengkalkulasi terlebih dahulu usulan yang disampaikan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal untuk meninjau ulang rencana menaikkan iuran BPJS Kesehatan kelas III.

"Nanti kita pertimbangkan lagi, karena memang kita juga harus berhitung, harus berkalkulasi," kata Jokowi.



Simak Video "Respons BPJS Kesehatan yang Disomasi Gara-gara 'Pakai' Joker"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/wdw)