Jumat, 04 Okt 2019 12:47 WIB

BPJS Kesehatan Pertimbangkan Wacana Coret Peserta PBI yang Merokok

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Salah satu poster dalam demo menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan (Foto: Ari Saputra) Salah satu poster dalam demo menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Penyakit akibat kebiasaan merokok menjadi salah satu penyumbang biaya kesehatan terbesar yang membuat BPJS Kesehatan selalu tekor. Untuk menekan angka perokok di kalangan remaja dan warga miskin, pemerintah mulai menaikkan harga cukai dan eceran rokok per 1 Januari 2020 mendatang.

Beberapa pihak sudah mulai melakukan pembicaraan mengenai penghentian bantuan bagi peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran) bagi warga miskin yang merokok. Hal yang sama dikemukakan oleh Deputi Direksi Bidang Kepesertaan BPJS Kesehatan, Bona Evita yang akan mempertimbangkan tetapi sebelumnya akan berdiskusi terlebih dahulu tentang kebijakan tersebut dengan para pemangku kepentingan.

"Orang yang merokok kok masih dibayarin oleh BPJS Kesehatan misalnya. Kita kembali lagi mengacu kepada bagaimana kriteria penerima PBI tadi. Tapi untuk yang merokok ini mungkin masih perlu dikomunikasikan kepada stakeholder yang terkait," katanya kepada detikcom beberapa waktu lalu.



Adapun kriteria penerima PBI yang dimaksudkan adalah fakir miskin yang ketetapannya telah diatur dalam keputusan Menteri Sosial. Selain itu akan dilakukan pengecekan PBI JKN dan validasi setiap 6 bulan sekali.

Sebelumnya Planning and Policy Specialist dari CISDI (Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives), dr Yurdhina Meilissa menyebut beberapa waktu lalu Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia melakukan riset dengan mengkaji angka perokok di keluarga miskin yang cenderung naik lebih tinggi.

"Orang miskin merokok pakai uang apa? Jadi waktu itu penelitian menyimpulkan bahwa uang bansos (bantuan sosial) kita dipakai untuk rokok. Nah kemudian muncul usulan yang sama bagaimana kalau kita memasukkan rokok dalam eligibilitas penerima bansos," pungkas dr Meilissa.



Simak Video "Indonesia Negara Perokok Tertinggi di Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)