Jumat, 04 Okt 2019 19:17 WIB

Mark 'Westlife' Diduga Punya Anak Lewat Surrogate Mother, Kenali Risikonya

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Mark dan tunangannya. Foto: Dok. Instagram/markusmoment Mark dan tunangannya. Foto: Dok. Instagram/markusmoment
Jakarta - Mark Feehily, anggota Westlife, sedang berbahagia dengan tunangannya Cailean O'Neill. Mereka baru saja mempunyai bayi perempuan pada 1 OKtober lalu, yang diduga hasil dari program ibu pengganti.

Bagi pasangan LGBT, surrogate mother atau surogasi sering jadi pilihan untuk mempunyai keturunan. Mereka dapat memberikan sel telur atau sperma yang sudah difertilisasi dengan sel telur atau sperma donor kemudian dikembangkan di rahim ibu pengganti. Program surogasi sendiri ternyata mempunyai risiko bagi ibu pengganti.

Dikutip dari Surrogate.com, kehamilan surogasi juga mempunyai risiko yang sama dengan kehamilan lainnya. Hal ini termasuk mual di pagi hari, penambahan berat badan, sakit punggung, dan beragam efek lainnya. Risiko keguguran juga menyertai kehamilan surogasi.

Pada kehamilan yang menggunakan program gestational surrogacy (ayah atau ibu 'hanya' meminjam rahim ibu pengganti tanpa menggunakan sel telurnya), terdapat beberapa risiko minor yang berhubungan dengan pembuahan in vitro (IVF). Selama perawatannya, sang ibu pengganti harus mengonsumsi obat-obatan untuk IVF, yang bisa berisiko menimbulkan bengkak akibat jarum suntik atau reaksi alergi yang sifatnya sementara.


Usai prosedur transfer embrio, ibu pengganti dapat merasakan kram perut atau pendarahan. Ibu pengganti juga harus berhati-hati bila mengandung bayi kembar.

Maka penting bagi ibu pengganti untuk selalu berkonsultasi dengan dokter guna mengatasi segala keluhan sepanjang kehamilan. Melakukan screening sebelum menjadi ibu pengganti juga sangat dianjurkan supaya si ibu dan dokter memahami risiko yang akan dihadapi.

Ibu pengganti dapat mengalami depresi akibat ikatan emosional terhadap bayi yang dikandungnya 9 bulan yang nantinya menjadi milik orang lain. Konsultasi ke ahli kesehatan jiwa turut diperlukan untuk menanganinya.



Simak Video "Ketika Anak Beranjak Remaja Minum ASI, Apa Efeknya?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)