Minggu, 06 Okt 2019 12:44 WIB

Krisis Papua, Kemenkes Turunkan 3 Dokter Spesialis dan 17 Perawat

Rosmha Widiyani - detikHealth
Situasi Wamena berangsur normal pasca kerusuhan (Foto: Saiman-detikcom) Situasi Wamena berangsur normal pasca kerusuhan (Foto: Saiman-detikcom)
Jakarta - Kericuhan berdarah di Wamena, Papua sempat menelan korban jiwa seorang tenaga medis dr Soeko Marsetiyo. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran bagi dokter, suster, dan tenaga kesehatan lain yang mengabdi di wilayah tersebut.

Menanggapi kondisi ini, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) drg Oscar Primadi, MPH, mengatakan telah bekerja sama dengan TNI dan Polri. Kerja sama untuk memastikan keamanan dan suasana kerja kondusif bagi tenaga kesehatan.

"Tim kesehatan sudah turun. Dokter sudah membulatkan tekad untuk mengabdi dengan perlindungan serta kerja sama dari TNI dan Polri," kata drg Oscar di lingkungan kantor Kemenkes pada Minggu (6/10/2019).



Tenaga kesehatan terus melanjutkan tugasnya meski terus waspada. Menurut drg Oscar, pusat krisis Papua telah melakukan mobilisasi pada 20 tenaga kesehatan. Mereka terdiri atas tiga dokter spesialis dan 17 suster yang bertugas di pengungsian.

Ketiga dokter yang bertugas memiliki kompetensi dalam bidang bedah umum, anastesi, dan ortopedi. Menurut drg Oscar, tenaga kesehatan bertugas sejak 25 September 2019. Untuk selanjutnya, drg Oscar berharap ada petugas keamanan di tiap layanan kesehatan.

"Kita berharap seperti itu, ada petugas keamanan di tiap fasilitas layanan kesehatan. Sampai saat ini akan terus dievaluasi, termasuk bagaimana penanganan usai tanggap darurat," kata drg Oscar.



Simak Video "Kampanye Positif Tingkatkan Kepedulian dan Pemahaman Soal Kanker"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)