Minggu, 06 Okt 2019 16:27 WIB

Minyak Goreng Curah Dilarang, Kenali Juga Risiko Makan Goreng-gorengan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Mulai 2020, minyak goreng curah tidak boleh lagi diperdagangkan (Foto: iStock) Mulai 2020, minyak goreng curah tidak boleh lagi diperdagangkan (Foto: iStock)
Jakarta - Mulai Januari 2020, minyak goreng curah tidak boleh lagi diperdagangkan. Alasan utamanya adalah kesehatannya kurang terjamin dibandingkan minyak goreng kemasan.

Bicara soal kesehatan, makanan yang digoreng memang tidak dianjurkan. Bukan berarti tidak boleh dimakan sama sekali, tetapi ada baiknya dibatasi karena berlebihan makan gorengan ada risikonya.

Apa saja risikonya? Berikut di antaranya, dikutip dari Healthline.



1. Mengandung lemak trans
Pemanasan dengan suhu tinggi dan berulang dapat mengubah struktur minyak goreng menjadi lemak trans yang susah dipecah di dalam tubuh. Penumpukan lemak trans berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan, mulai dari obesitas, diabetes, hingga serangan jantung.

2. Tinggi kalori
Jenis makanan yang sama akan mengandung lebih banyak kalori ketika digoreng, dibandingkan diolah dengan cara lain. Alasannya, proses penggorengan menurunkan kadar air dan membuat lemak terserap lebih banyak. Sebagai perbandingan, 100 gram kentang panggang mengandung 93 kalori dan 0 gram lemak sedangkan kentang goreng dengan jumlah yang sama mengandung 319 kalori dan 17 gram lemak.

3. Bahaya acrylamide
Acrylamide merupakan senyawa toksik yang terbentuk selama proses memasak dengan temperatur tinggi, seperti digoreng dan dipanggang. Bahan makanan yang mengandung pati seperti kentang, menghasilkan acrylamide lebih banyak. Beberapa penelitian mengaitkannya dengan risiko kanker.





Simak Video "Cara Makan Gorengan Tanpa Bikin Kolesterol Tinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)