Senin, 07 Okt 2019 12:29 WIB

Top 10 Masalah Kesehatan yang Dialami Kaum Milenial

Widiya Wiyanti - detikHealth
Ilustrasi generasi milenial. Foto: ilustrasi/thinkstock Ilustrasi generasi milenial. Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Kaum milenial yang lahir di tahun 1980-an hingga 1997 disebut-sebut generasi yang memiliki investasi kesehatan lebih baik daripada generasi sebelumnya. Namun, sebuah penelitian yang dilakukan Blue Cross Blue Shield Association (BCBSA) menemukan adanya 10 besar masalah kesehatan yang banyak ditemukan pada kaum milenial atau yang disebut generasi Y.

Sepuluh besar masalah kesehatan pada kaum milenial dari yang memiliki dampak paling besar:

- Depresi
- Penyalahgunaan obat terlarang
- Gangguan penggunaan alkohol
- Hipertensi
- Hiperaktif
- Kondisi psikotik
- Penyakit Crohn dan Kolitis ulseratif
- Kolesterol Tinggi
- Penyalahgunaan tembakau
- Diabetes tipe 2



Bila dibandingkan dengan populasi nasional, generasi milenial lebih dipengaruhi oleh kondisi kesehatan perilaku daripada fisik, seperti depresi dan hiperaktif. Prevalensi masalah kesehatan pada kaum milenial lebih tinggi daripada generasi X atau baby boomer.

"Sepuluh masalah kesehatan yang memengaruhi kaum milenial ini tidak terlalu mengejutkan, yang mengejutkan adalah prevalensi masing-masing masalah pada kaum milenial jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya," kata wakil ketua peneliti BCBSA, Dr Vincent Nelson dikutip dari Healthline.

Sebanyak 83 persen dari 55 juta kaum milenial yang disurvey pada 2017 menganggap dirinya memiliki kesehatan yang baik bahkan lebih. Sayangnya, hal itu berkebalikan dengan hasil penelitian BCBSA.

Berdasarkan penelitian, kaum milenial yang berusia 34-36 tahun pada 2017 memiliki 11 persen kesehatan yang lebih buruk daripada generasi X yang berusia 34-36 tahun pada 2014. Dan kaum milenial memiliki peningkatan dua kali lipat untuk didiagnosis 8 dari 10 masalah kesehatan di atas.

"Karena tantangan kesehatan meningkat secara signifikan di kalangan kaum milenial lebih awal dibandingkan generasi sebelumnya, maka dari itu kita harus mengatasi masalah ini sekarang," tandas Nelson.



Simak Video "Benarkah Menggunakan Vape Bisa Jadi Depresi?"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)