Senin, 07 Okt 2019 16:08 WIB

Cenderung Meningkat, Tiap Hari Ada 5 Kematian Akibat Bunuh Diri di Indonesia

Michelle Natasya - detikHealth
Depresi yang tidak tertangani bisa berujung pada keingingan untuk bunuh diri (Foto: thinkstock) Depresi yang tidak tertangani bisa berujung pada keingingan untuk bunuh diri (Foto: thinkstock)
Jakarta - Tanggal 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Jiwa Sedunia. Meskipun diperingati setiap tahun, masalah perilaku bunuh diri akibat depresi terus meningkat.

Hasil survei yang dilakukan oleh Sistem Registrasi Sampel (SRS) tahun 2016 mengatakan bahwa di Indonesia pravelensi bunuh diri mencapai 1.800 orang per tahun. Ini artinya terjadi 5 kematian setiap harinya akibat bunuh diri.

Menurut Factsheet WHO tahun 2018, masalah bunuh diri merupakan penyebab kematian nomor 2 terbanyak pada kelompok usia 15 sampai 29 tahun. Oleh karena itu, menjaga kesehatan jiwa menjadi hal yang penting terlebih pada generasi milenial.



dr Agung Frijanto SpKJ, sekretaris PP PDSKJI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia), memberikan tips untuk menjaga kesehatan jiwa dan mental agar terhindar dari depresi. Sebab, jika depresi tidak tertangani dengan baik dapat berujung pada intensi bunuh diri.

"Kita harus manage stres, kalau ada beban ya curhat, dan terkait spiritualitas ini bisa menenangkan. Secara medis ini bisa meningkatkan hormon serotonin dan hormon lain yang dapat mencegah stress," kata dr Agung.

Dokter Agung juga berpesan bagi lingkungan dan keluarga untuk hadir dan terus memberikan support system bagi mereka yang mengalami depresi. Hal mudah yang dapat dilakukan berupa mendengarkan keluhan atau menemani mereka menemui tenaga medis profesional.

"Kita dengar keluhannya, kalau misalkan sudah sampai tingkat sedang dan berat itu kita bawa ke tenaga medis ahli. Apalagi kalau sudah ada ide-ide bunuh diri," pesannya.



Simak Video "Kenali Gejala Depresi yang Dialami Sulli dan Taeyeon SNSD"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)