Selasa, 08 Okt 2019 08:05 WIB

Belajar dari Joker, Ini Dampak Serius Bullying Menurut Dokter Jiwa

Michelle Natasya - detikHealth
Film Joker banyak mengangkat masalah kesehatan mental (Foto: detik) Film Joker banyak mengangkat masalah kesehatan mental (Foto: detik)
Jakarta - Berkaca dari film Joker yang sudah tayang di bioskop Indonesia sejak 2 Oktober 2019, perilaku bullying dapat menyebabkan mental breakdown pada seseorang. Bahkan, banyak studi yang menghubungkan bullying dengan perilaku bunuh diri.

Lantas, bagaimana koneksi antara bullying dengan mental health issue sampai seseorang bisa memutuskan untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain? dr Agung Frijanto SpKJ, sekretaris PP PDSKJI (Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia), menjelaskan bahwa bullying dapat membuat seseorang mengalami kecemasan dan depresi berat.

"Banyak yang awalnya dari bullying dia tidak cerita ke orang lain, pendam sendiri akhirnya depresi berat dengan gejala psikotik," kata dr Agung saat ditemui detikcom, Senin (7/10/2019).



dr Agung memberikan pesan bagi masyarakat untuk mulai peduli terhadap masalah kesehatan jiwa. Lingkungan sekitar terlebih keluarga harus hadir dan memberikan support system bagi mereka yang mulai memperlihatkan perubahan perilaku karena depresi akibat bullying.

"Kalau untuk korban cobalah untuk memanajemen stres, emosi, dan masalah. Kita bisa mengalihkan dengan kegiatan positif seperti olahraga. Terus juga yang penting itu cerita kepada keluarga, kerabat, atau teman. Jangan dipendem sendiri, atau bisa memperparah depresi," pungkas dr Agung.



Simak Video "Respons BPJS Kesehatan yang Disomasi Gara-gara 'Pakai' Joker"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)