Selasa, 08 Okt 2019 11:43 WIB

Kenali Jenis Penyakit yang Sering Muncul Gara-gara Faktor U

Akfa Nasrulhak - detikHealth
Foto: shutterstock Foto: shutterstock
Jakarta - Faktor U alias usia tentu bisa mempengaruhi kesehatan. Namun, terkadang orang yang memasuki usia 30 tahun bahkan masih di usia produktif cenderung mengabaikan nyeri-nyeri pada tubuh dan lebih suka mengobati sendiri atau diam-diam menahan rasa sakit.

Padahal, rasa sakit yang tidak diobati bisa saja menjadi kronis dan mengurangi kualitas hidup mereka. Menurut Head of Medical Kalbe Nutritionals dr Muliaman Mansyur beberapa saat memasuki usia tua, seseorang akan mengalami penurunan kemampuan tertentu, seperti dari kognitif, yaitu sering pelupa, dari mata, pandangan menjadi kabur dan dari pendengaran pun berkurang.

"Penciuman juga jadi berkurang, perabaan jadi berkurang, hingga pergerakan jadi berkurang. Selain itu otot jadi kendor berganti lemak atau sarcopenia, dan tulang menjadi osteoporosis (gampang retak dan patah)," ujar dr Muliaman kepada detikHealth baru-baru ini.


Selain itu, lanjut dr Muliaman, ada satu lagi organ yang sering mengalami proses penuaan yaitu sendi. Sendi adalah hubungan antara tulang dengan tulang yang lainnya.

"Pada saat usia 50 tahun ke atas, maka cairan sendi akan mulai berkurang sehingga setiap pergerakan tulang satu dengan yang lain akan bergeser sehingga terjadi peradangan dan akan nyeri. Sedangkan pada orang yang obesitas kegemukan, nyeri sendi lutut akan terjadi lebih awal karena beban tubuh yang bertambah," jelasnya.

Selain itu, beberapa jenis penyakit lainnya seperti nyeri otot. Biasanya terjadi karena cidera, salah posisi duduk atau saat olahraga sehingga tendon ototnya tertarik dan sakit.

Ada juga nyeri tulang dengan usia sering dihubungkan dengan osteoporosis. Osteoporosis banyak terjadi pada wanita di bandingkan dengan pria. Untuk itu, asupan harian yang memiliki gizi seimbang, pola hidup sehat, dan aktivitas fisik diperlukan untuk mengurangi faktor U.

"Semua nyeri tersebut bisa diatasi dengan pola hidup sehat, exercise yang sesuai dan nutrisi yang bagus seperti protein dan kalsium vitamin D," ujar dr Muliaman.


Untuk nutrisi harian, lengkapi pula dengan konsumsi susu tinggi kalsium seperti Entrasol yang tidak hanya baik untuk tulang, namun juga bisa melindungi organ tubuh dari serangan radikal bebas. Susu Entrasol adalah sumber terbaik untuk pemenuhan nutrisi mengurangi risiko beberapa penyakit tersebut.

Minum susu tentu banyak manfaatnya karena susu adalah nutrisi lengkap. Beruntungnya saat ini sudah ada susu yang disesuaikan dengan kebutuhan usia kita, seperti Entrasol untuk dewasa yang aktif dengan protein, antioksidan, dan kalsium. Ada juga susu Entrasol Senior yang diperuntukkan untuk usia 60 tahun ke atas memiliki kandungan tinggi protein dan low lactose dan mikro nutrient lengkap lainnya agar sel-sel tubuh terhindar dari proses penuaan dini.

Simak Video "Lelah Dengan Tekanan Sosial? Jangan Malu Curhat ke Psikolog"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/up)