Selasa, 08 Okt 2019 13:34 WIB

Mengenal Twin to Twin Transfusion Syndrome yang Dialami Irish Bella

Virgina Maulita Putri - detikHealth
Mengenal Twin to Twin Transfusion Syndrome yang Dialami Irish Bella Foto: dok. Instagram Irish Bella Mengenal Twin to Twin Transfusion Syndrome yang Dialami Irish Bella Foto: dok. Instagram Irish Bella
Jakarta - Kabar duka datang dari pasangan selebritis Ammar Zoni dan Irish Bella. Bayi kembar mereka meninggal dunia di dalam kandungan di usia tujuh bulan.

Salah satu penyebab meninggalnya anak kembar Irish Bella di dalam kandungan adalah kondisi twin to twin transfusion syndrome (TTTS) yang dialami janin. Kondisi ini terjadi akibat salah satu janin mengalami perubahan sistem peredaran darah yang kemudian berdampak pada janin lainnya.



Twin to twin transfusion syndrome adalah salah satu risiko komplikasi yang bisa dialami ibu yang sedang mengandung anak kembar. Berikut serba-serbi seputar twin to twin transfusion syndrome yang dirangkum detikHealth:

1. Apa Itu Twin to Twin Transfusion Syndrome?

Twin to twin transfusion syndrome adalah kondisi yang terjadi pada plasenta ibu hamil yang mengandung anak kembar. Kondisi ini hanya terjadi jika anak kembar dalam kandungan berbagi plasenta yang sama.

Ketika kondisi ini terjadi, masalah utamanya adalah pembuluh darah tidak normal yang ada di dalam. Selain itu, bayi kembar yang berbagi plasenta akan mengalami masalah peredaran darah.

Salah satu bayi akan mendapatkan terlalu banyak aliran darah (bayi penerima) dan bayi lainnya tidak akan mendapatkan aliran darah yang cukup (bayi donor). Akibat dari distribusi darah yang tidak merata ini, salah satu bayi kembar berisiko mengalami masalah seperti dehidrasi dan pertumbuhan yang lambat.

Sementara itu, bayi kembar lainnya memiliki terlalu banyak darah dan berpotensi mengalami kelebihan cairan, tekanan darah tingi dan gagal jantung.

2. Penyebab TTTS

Saat ini belum diketahui apa penyebab pasti twin to twin transfusion syndrome. Ada beberapa variasi dari perkembangan pembuluh darah yang bisa menyebabkan pertukaran darah menjadi tidak seimbang.

3. Kondisi Langka

Twin to twin transfusion syndrome termasuk kondisi yang cukup langka. Dikutip detikHealth dari NBC, Selasa (8/10/2019) di Amerika Serikat 25% dari bayi kembar berbagi plasenta. Dari persentase tersebut, 10% bayi kembar di antaranya berpotensi mengalami TTTS.



4. Stage TTTS

Ada 5 stage twin to twin transfusion syndrome berdasarkan tingkat keparahannya yang harus diketahui. Kelima stage tersebut adalah:

- Stage I: Ditemukan sedikit cairan amniotik di bayi donor dan ditemukan cairan amniotik dalam jumlah besar di bayi penerima.

- Stage II: Selain kondisi di atas, ultrasound tidak mampu mengidentifikasi kandung kemih di bayi donor.

- Stage III: Selain dua kondisi di atas, terlihat aliran darah tidak normal di tali pusar bayi kembar.

- Stage IV: Selain tiga kondisi di atas, bayi penerima mengalami bengkak di bawah kulit dan mengalami gagal jantung.

- Stage V: Selain empat kondisi di atas, salah satu bayi kembar meninggal dunia. Ini bisa terjadi pada bayi donor maupun bayi penerima.

5. Gejala TTTS

Salah satu gejala yang harus diperhatikan oleh ibu hamil adalah jika ukuran perut bertambah besar secara tiba-tiba. Selain ukuran perut, gejala lainnya antara lain rasa sakit, sesak atau kontraksi dini.

6. Perawatan

Twin to twin transfusion syndrome seperti yang dialami Irish Bella bisa dirawat dengan menggunakan prosedur operasi yang disebut ablasi laser endoskopi. Prosedur ini dilakukan in utero (di dalam rahim) dan bisa memperbaiki ketidakseimbangan dalam peredaran darah yang disebabkan oleh TTTS.

Laser bisa mencari dengan tepat hubungan pembuluh darah antara bayi kembar dan memotong serta menyegelnya secara fisik. Pada dasarnya, prosedur ini memisahkan aliran darah bayi kembar dari satu sama lain.

Simak Video "Kenali Gejala Depresi yang Dialami Sulli dan Taeyeon SNSD"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/erd)