Rabu, 09 Okt 2019 07:00 WIB

Merokok dan Ngemil Gorengan, Paket 'Kombo' untuk Penyakit Jantung

Nabila Ulfa Jayanti - detikHealth
Merokok ditambah makan gorengan adalah paket lengkap menuju penyakit jantung. (Foto: (Thinkstock)) Merokok ditambah makan gorengan adalah paket lengkap menuju penyakit jantung. (Foto: (Thinkstock))
Jakarta - Bagi sebagian orang, rokok adalah kebutuhan setiap hari. Tapi tahukah Anda, merokok ditambah makan gorengan adalah paket lengkap menuju penyakit jantung?

Rokok memiliki banyak racun, meski disebutkan bernikotin atau mempunyai tar yang rendah. Zat-zat beracun ini memberikan efek negatif pada pembuluh darah.

"Dia bilang zat nikotin rendah, tar rendah, zat lain pun banyak. Ini bikin inflamasi di pembuluh darah, bikin oksidasi. Apalagi kalau kolesterolnya tinggi, dia suka makan gorengan," jelas ahli jantung RS Siloam Karawaci, dr Vito A Damay, SpJP(K), saat dihubungi detikcom, Selasa (8/10/2019).

"Orang yang pembuluh darahnya teroksidasi dan punya peradangan akibat rokok, lebih mudah lagi kolesterol numpuk sampai bikin serangan jantung," katanya.


Merokok dapat membuat darah mengental dan membeku yang dapat menyulitkan proses penyelamatan saat terkena serangan jantung. Sebab, pembuluh darah yang lebar karena ring tak bisa menolong jika darah menggumpal.

Dalam sebuah acara, dr Vito menemukan ada pekerja seni yang berdalih merokok untuk mendapatkan ide. Hal ini tentu perilaku yang salah.

"Berapa banyak yang akhirnya mati di usia muda? Bagaimana mereka produktif dan berkarya kalau isinya begitu? Kan enggak mungkin. Jadi mereka sebenarnya ngerusak diri sendiri," terang dr Vito.

Penyakit yang bikin tekor BPJS KesehatanPENYAKIT PALING BIKIN TEKOR BPJS Foto: infografis detikHealth




Simak Video "Cara Makan Gorengan Tanpa Bikin Kolesterol Tinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)