Rabu, 09 Okt 2019 12:20 WIB

Kenapa Ranitidin Ditarik dari Peredaran? Ini 4 Faktanya

Rosmha Widiyani - detikHealth
Ada alasan kenapa ranitidin ditarik dari pasar. (Foto: iStock) Ada alasan kenapa ranitidin ditarik dari pasar. (Foto: iStock)
Jakarta - Obat maag ranitidin ditarik Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dari peredaran. Sesuai edaran beberapa waktu lalu, produk obat dengan zat aktif ranitidin ada yang tercemar N-Nitrosodimethylamine (NDMA).

"Berdasarkan nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan, Badan POM memerintahkan kepada Industri Farmasi pemegang izin edar produk tersebut untuk melakukan penghentian produksi dan distribusi serta melakukan penarikan kembali (recall) seluruh bets produk dari peredaran (terlampir)," tulis BPOM dalam penjelasannya tertanggal 4 Oktober 2019.


Berikut 4 fakta seputar ranitidin dan kenapa ranitidin ditarik yang dirangkum detikhealth.

1. Ranitidin pemicu kanker

Ranitidin dianggap memicu kanker karena mengandung NDMA lebih dari ambang toleransi/ BPOM menjelaskan, nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan adalah 96 ng/hari. Bahan ini bisa memicu kanker (karsinogenik) jika dikonsumsi lebih dari ambang batas secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama.

2. Produk ranitidin yang ditarik

Penarikan produk ranitidin dari pasaran ada yang bersifat perintah dan sukarela. Berikut penjelasannya.

a. Perintah penarikan

Perintah berlaku pada produk Ranitidine berbentuk cairan injeksi 25 mg/ml dengan pemegang izin edar PT Phapros Tbk, Nomer bets produk yang beredar adalah:
-95486 160 s/d 190
-06486 001 s/d 008
-16486 001 s/d 051
-26486 001 s/d 018

b. Penarikan sukarela

Penarikan bersifat sukarela berlaku pada empat jenis produk dengan pemegang izin yang berbeda-beda. Berikut keterangannya.

-Zantac
Produk ini berbentuk cairan injeks 25 mg/ml dengan nomer bets produk yang beredar GP4Y, JG9Y, dan XF6E. Pemegang izin edar adalah PT Glaxo Wellcome Indonesia.

- Rinadin
Jenis yang ditarik adalah sirup 75 mg/ml dengan nomer bets produk yang beredar 0400518001, 0400718001, dan 0400818001. Pemegang izin edar adalah PT Global Multi Pharmalab.

- Indoran
Obat ini berbentuk cairan injeksi 25 mg/ml dengan nomer bets produk yang beredar BF 12I008. Pemegang izin edar adalah PT Indofarma.

- Ranitidine
Produk ini berbentuk cairan infeksi 25 mg/ml dengan nomer bets BF17I 009 s/d 021. Pemegang izin edar adalah PT Indofarma

3. Fungsi ranitidin

Obat maag ranitidin berfungsi menghambat sekresi atau produksi asam lambung yang berlebih. Menurut dokter spesialis penyakit dalam dr Etra Ariadno, SpPD, dari RSAL Dr Mintohardjo, ranitidin mampu meredakan rasa sakit dan menyembuhkan luka pada lambung. Ranitidin bekerja sebagai antagonis kompetitif reversibel reseptor senyawa histamin (H2).

4. Tersedia dalam bentuk tablet

Sebagai obat asam lambung, ranitidin yang mengandung ranitidine HCl juga tersedia dalam bentuk tablet. Dikutip dari WebMD, untuk tablet tersedia dalam dosis 75 mg atau 150 mg.

Konsumsi ranitidin adalah satu tablet bersama dengan segelas air. Untuk mencegah sensasi dada terbakar (heartburn) atau gejala lain akibat asam yang terlalu banyak (acid indigestion), ranitidin lebih baik diminum 30-60 menit sebelum makan.



Simak Video "Obat Maag Ranitidin Ditarik, BPOM Umumkan Daftar Obat Pengganti"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)