Unggahan tersebut menyertakan Dr Stephen Mak dan Dr Herbert Shelton, yang diklaim mendukung tindakan tersebut. Konsumsi buah saat perut sudah ada isinya disebut mengakibatkan pencernaan lambat, hingga akhirnya makanan terfermentasi, busuk dan berdampak buruk pada kesehatan.
Dikutip dari situs snopes, postingan berawal dari tulisan seorang koki di Singapura yang mengklaim buah lebih baik dikonsumsi dalam kondisi perut kosong. Dr Herbert Shelton yang disebut dalam unggahan ternyata meraih gelar doktoral dalam penyembuhan alternatif naturopathy bukan praktik medis konvensional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari healthline, pernyataan buah lebih baik dikonsumsi dalam perut kosong adalah mitos. Makan buah lebih dulu dibanding makan nasi memang bisa memperlambat kosongnya pencernaan. Jika biasanya perlu waktu 72 menit, konsumsi serat mengakibatkan perut perlu waktu 86 menit untuk kosong. Hal ini mencegah seseorang cepat lapar.
Namun lamanya waktu yang diperlukan tidak lantas mengakibatkan makanan terfermentasi dan busuk. Sistem pencernaan memiliki tingkat keasaman rendah yang tidak memungkinkan bakteri hidup. Hal ini untuk membunuh bakteri yang masuk bersama makanan dan mencegah tumbuhnya mikroorganisme yang tidak diinginkan dalam sistem pencernaan.
(up/up)











































