Kamis, 10 Okt 2019 11:01 WIB

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia

Kata Dokter Jiwa, Orang-orang Seperti Ini Sebaiknya Tidak Nonton Joker

Widiya Wiyanti - detikHealth
Film Joker. Foto: (istimewa) Film Joker. Foto: (istimewa)
Jakarta - Film Joker menuai kontroversi di kalangan praktisi kesehatan, terutama dokter jiwa atau psikiater. Hal ini dikarenakan film tersebut penuh sarat akan gangguan kejiwaan.

Dokter kesehatan jiwa dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr Heriani, SpKJ(K) mengatakan bahwa sebaiknya orang yang diperbolehkan menonton film ini adalah orang dewasa yang memiliki kesehatan mental yang cukup kuat.

"Aduh sudah dewasa deh 18 tahun ke atas, 20-an tahun lah. Itu (film Joker -red) buat orang dewasa yang kuat secara mental," ujarnya saat ditemui di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (9/10/2019).



dr Heriani juga mengatakan bahwa film Joker ini sebaiknya tidak ditonton oleh anak kecil maupun remaja. Karena biasanya mereka akan menelan mentah-mentah pelajaran yang dapat dipetik dalam film tersebut.

"Karena dia mainnya bagus banget dan itu jadi realita banget. Kalau orang dewasa masih mikir dan merasakan, kalau anak kecil gimana? 'Oh kalau gue kesel sama orang gue tembak aja, gue bales aja'. Kan gitu pesannya yang sampai," jelasnya.

Selain anak-anak dan remaja, orang yang memiliki pengalaman mendapatkan kekerasan pada saat kecil seperti yang dialami Joker juga bisa terpicu untuk melakukan hal yang sama, karena ia bisa merasakan hal yang dirasakan Joker.



Simak Video "Respons BPJS Kesehatan yang Disomasi Gara-gara 'Pakai' Joker"
[Gambas:Video 20detik]
(wdw/up)