Kamis, 10 Okt 2019 11:36 WIB

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia

Somasi Postingan Joker, SEJIWA: Harusnya BPJS Bantu Hapus Stigma ODGJ

Michelle Natasya - detikHealth
Poster BPJS Kesehatan yang disomasi karena terkait stigma negatif pengidap gangguan jiwa. (Foto: Dok. YLBHI) Poster BPJS Kesehatan yang disomasi karena terkait stigma negatif pengidap gangguan jiwa. (Foto: Dok. YLBHI)
Jakarta - Postingan BPJS dengan tulisan 'JKN-KIS menanggung perawatan penyakit Orang Dengan Gangguan Jiwa, agar tidak tercipta Joker-joker lainnya', disomasi oleh beberapa organisasi serta komunitas peduli kesehatan jiwa. Postingan tersebut dianggap bermasalah karena mengaitkan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan penyandang disabilitas mental (PDM) dengan karakter fiksi Joker.

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Sehat Jiwa Indonesia (SEJIWA), dan beberapa organisasi lainnya meminta BPJS Kesehatan untuk mencabut postingan tersebut dan menuntut Dirut BPJS Kesehatan untuk menyampaikan permohonan maaf. Pantauan detikcom, iklan yang sempat ditayangkan di Facebook dan Instagram BPJS Kesehatan pada 8 Oktober 2019 itu sudah hilang.

Dalam wawancara dengan detikcom, Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas telah menyampaikan permintaan maaf. Ia juga meluruskan bahwa postingan tersebut justru dimaksudkan untuk menunjukkan keeriusan BPJS Kesehatan soal kesehatan jiwa.



Anastacia dari Sehat Jiwa Indonesia (SEJIWA), mengatakan bahwa dengan postingan tersebut, masyarakat bisa berpersepsi bahwa semua ODGJ dan PDM adalah kriminal. Namun, ia mengapresiasi itikad baik BPJS yang dengan segera menurunkan postingan tersebut.

"Ini bahayanya jika konten iklan BPJS kemarin tidak segera diturunkan. Tapi kami mengapresiasi itikad BPJS yang kemudian menurunkan postingan iklan tersebut dan ingin mengundang kami dalam pertemuan dan diskusi terkait hal ini besok," ujar Anastacia pada detikcom, Kamis (10/10/2019).

Menurut Anastacia, BPJS Kesehatan merupakan lembaga pemerintah yang seharusnya ikut menjadi bagian dalam penghapusan stigma ODGJ atau PDM. Sebab, ODGJ dan PDM selama ini sudah menjadi kelompok yang sangat terstigma, terdiskriminasi dan tertindas di masyarakat.



Simak Video "Respons BPJS Kesehatan yang Disomasi Gara-gara 'Pakai' Joker"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)