Kamis, 10 Okt 2019 18:30 WIB

Wiranto Ditusuk Disaksikan Anak-anak Sekolah, Psikolog Ingatkan Risiko Trauma

Firdaus Anwar - detikHealth
Wiranto diserang di depan anak-anak sekolah (Foto: Dok. Polres Pandeglang) Wiranto diserang di depan anak-anak sekolah (Foto: Dok. Polres Pandeglang)
Jakarta - Menko Polhukam Wiranto ditusuk oleh seorang pria tak dikenal saat berkunjung ke wilayah Menes, Pandeglang, Banten. Mirisnya, kejadian ini disaksikan langsung oleh anak sekolah yang kebetulan ada di lokasi.

"Memang beliau berkehendak menyapa. Terutama ada anak sekolah cukup banyak sambil memegang kamera HP. Kemudian melaksanakan ingin bersalaman atau berfoto," kata Kapolda Banten Irjen Tomsi Tohir kepada wartawan di RSUD Berkah, Pandeglang.



Terkait hal tersebut psikolog Ratih Ibrahim dari Personal Growth mengatakan menyaksikan kejadian kekerasan memang bisa menimbulkan trauma. Bahkan bila tidak menyaksikan langsung, kehebohan peristiwa juga sudah bisa menimbulkan kepanikan yang berdampak pada anak-anak.

"Mengalami dampak kehebohan, mendengar beritanya, atau diceritakan, akan menimbulkan kebingungan dan bisa juga membuat anak-anak jadi trauma. Istilahnya vicarious trauma, mengalami trauma akibat trauma orang lain," kata Ratih pada detikcom, Kamis (10/10/2019).



Hal serupa juga diungkapkan oleh psikolog klinis anak Amanda Margia Agustario. Menurutnya kondisi psikis anak saat menyaksikan peristiwa penusukan Wiranto akan menentukan apakah ia akan mengalami trauma setelah itu.

"Hal itu bisa menjadi peristiwa traumatis, tapi bisa juga enggak. Tergantung kondisi psikis anak," pungkas Amanda saat dihubungi terpisah.



Simak Video "Apa Sih Quarter Life Crisis?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)