Jumat, 11 Okt 2019 08:06 WIB

Ingin Bantu Atasi BPJS Tekor? Saran Rektor UI: Rajin-rajin Cek Kesehatan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
BPJS Kesehatan. Foto: Iuran BPJS Kesehatan (Tim Infografis: Mindra Purnomo) BPJS Kesehatan. Foto: Iuran BPJS Kesehatan (Tim Infografis: Mindra Purnomo)
Jakarta - Anjuran untuk rutin memeriksakan kesehatan terus digaungkan oleh para praktisi di bidang tersebut. Ini ditujukan kepada masyarakat agar mereka lebih peduli dan perhatian pada kesehatannya.

Rektor Universitas Indonesia, Prof Dr Ir Muhammad Anis, M Met, mengungkapkan para praktisi kesehatan harus terus memberikan contoh yang baik untuk hidup sehat, terutama pada penerus bangsa.

"Rutin memeriksakan kesehatan dan hidup sehat juga harus kita galakan pada penerus kita. Beri contoh kalau hal seperti ini bisa menyelamatkan banyak elemen, termasuk pembiayaan BPJS," ungkapnya pada detikcom di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis (10/10).


Tidak hanya dari segi pembiayaan, rektor UI ini juga menekankan jika hidup sehat, produktivitas kegiatan yang dilakukan sehari-hari akan berjalan dengan lancar.

"Bukan hanya pembiayaan kesehatan seperti BPJS, kalau kita sehat produktivitas kegiatan sehari-hari pun tidak akan terganggu. Dan yang perlu ditekankan lagi, sehat itu mahal loh," ujarnya.

8 Penyakit yang paling bikin tekor BPJS.8 Penyakit yang paling bikin tekor BPJS. Foto: infografis detikHealth


Sebelumnya, BPJS Kesehatan merilis daftar kenaikan iuran yang direncanakan akan naik per 1 Januari 2020 mendatang:

1. PBI pusat dan daerah Rp 42.000 dari Rp 23.000 per bulan per jiwa
2. Kelas I menjadi Rp 160.000 dari Rp 80.000 per bulan per jiwa
3. Kelas II menjadi Rp 110.000 dari Rp 51.000 per bulan per jiwa
4. Kelas III menjadi Rp 42.000 dari Rp 25.500 per bulan per jiwa





Simak Video "Respons BPJS Kesehatan yang Disomasi Gara-gara 'Pakai' Joker"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)