Jumat, 11 Okt 2019 12:57 WIB

Cara Mudah Makan Buah Zaman Now

Akfa Nasrulhak - detikHealth
Foto: shutterstock Foto: shutterstock
Jakarta - Tren generasi milenial yang sudah berkeluarga saat ini memang banyak yang suami dan istri sama-sama bekerja. Namun, khususnya bagi perempuan yang sudah punya balita, menjadi ibu bekerja bukan berarti tak bisa memenuhi kebutuhan gizi si kecil.

Menurut Head of Medical Kalbe Nutritionals dr Muliaman Mansyur, dalam pemenuhan gizi tentunya peran keluarga adalah yang utama, terutama peran ibu. Saat pertama menjadi seorang ibu, tentu semua ibu selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, termasuk nutrisinya.

"Pada bayi 6 bulan pertama, ibu hanya memikirkan bagaimana kualitas ASI eksklusifnya bagus. Tapi setelah memasuki 6 bulan, tentunya yang bisa di lakukan adalah dimulai dengan memberikan makanan pendamping ASI setelah usia 6 bulan," ujar dr Muliaman kepada detikhealth baru-baru ini.


dr Muliaman menyarankan, saat si kecil sudah memasuki usia 1 tahun, mulai berikan family food. Perhatikan pula apa yang ada di piring anak agar mencakup karbohidrat, protein, lemak, sayur yang seimbang, termasuk buah-buahan.

"Yang dibutuhkan balita sama dengan yang dibutuhkan dewasa tapi dalam jumlah yang sesuai usia seperti nutrisi makro dan nutrisi mikro. Pemberian buah pada anak biasanya untuk snacking makanan tambahan, bukan sebagai makanan utama karena buah lebih banyak mengandung karbohidrat dan nutrisi mikro vitamin dan mineral," jelas dr Muliaman.

Namun, dr Muliaman menyarankan agar jangan memberikan jus buah karena biasanya dibuat dengan tambahan gula sebagai pemanis. Karena itu, berikan buah yang diblender atau puree buah tanpa tambahan gula.

Selain itu, pemberian buah sebaiknya diberikan di sela jam makan untuk camilan dan manfaatnya lebih kepada memperkenalkan rasa, tekstur yang cair dan halus dari buah serta memberikan vitamin dan mineral. Sedangkan pada anak di atas 1 tahun, manfaat dari pemberian buah disamping vitamin dan mineral juga untuk membantu saluran pencernaan.

"Dalam buah apel, misalnya terkandung vitamin A, C, E, asam folat, kalsium, kalium, magnesium, fosfor, tembaga, seng, mangan dan selenium. Atau pisang, buah yang paling sering dan aman diberikan saat perkenalan MPASI pada bayi di atas 6 bulan karena kaya akan zat gizi mineral potasium, kalsium, zat besi, vitamin A, C, dan B6. Kandungan kalori pisang juga bisa menambah kebutuhan kalori bayi," bebernya.

Adapun bagi ibu bekerja, lanjut dr Muliaman, jika sempat menyiapkan camilan tersebut di pagi hari simpan dalam wadah yang bagus. Tapi jika tidak sempat maka salah satu solusinya adalah menyiapkan makanan instan yang ada di pasaran. Tapi sayangnya seringkali rasa takut menghampiri ketika memberi makanan dan snack instant karena banyak mengandung pengawet dan sebagainya.

"Tentunya dalam memilih makanan pabrikan ini harus diperhatikan komposisi dan juga manufacture yang memproduksinya," pesannya.

Namun pada makanan bayi yang diproduksi dari perusahaan branded, biasanya tidak menggunakan teknik pengawetan dari zat kimia tetapi dengan cara natural seperti dryness, drum dryer dan pasteurisasi. Tujuannya agar bakteri tidak tumbuh selama pembuatan dan penyimpanan.

Salah satunya adalah Milna Nature Delight, puree buah dalam kemasan praktis tanpa pengawet kimia dan pewarna. Milna Nature Delight terbuat dari 100% buah asli dan berkualitas seperti apel, pisang, strawberry, labu, dan persik.

Milna Nature Delight juga baik untuk si kecil karena terbuat tanpa pengawet dan penambahan gula. Gula di Milna Nature Delight berasal dari kandungan gula dari buahnya sehingga lebih alami untuk si kecil. Terdapat kandungan protein, vitamin A, vitamin C, zat besi dan karbohidrat yang melengkapi kebutuhan harian si Kecil.

Jadi bagi ibu pekerja yang sibuk tapi tetap mau memberikan yang terbaik untuk si kecil, sekarang bisa langsung bawa Pure Milna kemana-mana dengan si kecil.

Simak Video "Ayo Jangan Malas Minum Susu dan Makan Buah!"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/akn)