Senin, 14 Okt 2019 13:26 WIB

Ini Gerakan Olahraga yang Aman untuk Ibu Hamil

Akfa Nasrulhak - detikHealth
Foto: shutterstock Foto: shutterstock
Jakarta - Rutin berolahraga selama hamil memiliki banyak manfaat bagi ibu hamil, tak hanya untuk si ibu saja tetapi juga untuk si kecil. Tapi, perlu diperhatikan lagi olahraga apa saja yang aman dan tidak aman dilakukan ketika ibu tengah berbadan dua.

Menurut Head of Medical Kalbe Nutritionals dr Muliaman Mansyur, ibu hamil tetap harus melakukan aktivitas atau bergerak, karena kehamilan adalah kondisi yang normal. Namun, saat masa awal kehamilan pada 4 bulan pertama, kebanyakan wanita hamil cukup berisiko sehingga perlu hati-hati berolahraga.

"Pada awal kehamilan 4 bulan pertama, janin baru tertanam di rahim dan beberapa ibu yang punya riwayat keguguran berulang, mual muntah hebat, maupun ibu yang melakukan tindakan khusus untuk terjadi kehamilan seperti bayi tabung, inseminasi kondisi yang tidak fit, harus hati-hati untuk melakukan olahraga. Apalagi kalau olahraganya sangat berisiko seperti panjat tebing, bela diri, arung jeram, atau perlombaan lari," ujar dr Muliaman kepada detikHealth, baru-baru ini.


Adapun beberapa olahraga yang bisa dilakukan saat kehamilan, lanjut dr Muliaman, di antaranya berjalan, seperti saat pagi hari. Berjalan memang salah satu olahraga termudah yang bisa ibu hamil lakukan. Berjalan akan membantu ibu hamil tetap bugar dan fit sepanjang kehamilan. Namun, tentunya lakukan sesuai dengan kemampuan, cukup sekitar 10-15 menit setiap hari.

Selain berjalan, olahraga berenang juga bisa dilakukan ibu hamil. Selain melatih otot-otot tubuh, berenang juga menyenangkan karena dilakukan di dalam air. Daya apung air pada dasarnya membantu meringankan tubuh, serta menghilangkan tekanan berlebih pada sendi dan otot-otot yang lemah.

Kemudian, dr Muliaman menyarankan agar ibu hamil melakukan senam zumba yang ringan atau senam khusus kehamilan seperti Prenafit. Senam ini melatih ibu hamil dengan gerakan-gerakan yang ringan untuk persiapan melahirkan.

"Senam khusus ini melatih ibu hamil hal-hal yang ringan seperti bagaimana posisi tidur, duduk dan dari tidur atau duduk ke posisi berdiri dan bagaimana mengatur pernafasan. Selain itu juga melatih otot panggul dan otot perut untuk persiapan melahirkan. Olahraga dan senam ibu hamil ini bisa mulai dilakukan pada saat usia kehamilan 3-4 bulan dan bisa dilakukan 30-45 menit sehari," jelas dr Muliaman.

Selain melakukan beberapa olahraga tersebut, ibu hamil juga perlu nutrisi mikro dan makro yang penting untuk memenuhi kebutuhan janin agar tumbuh dan kembang secara optimal. Meski begitu, saat ibu sedang berbadan dua, bukan berarti makan menjadi 2 kali lipat.

"Selama berolahraga dan kehamilan juga perlu diperhatikan dan pastikan nutrisi harus terpenuhi dengan baik. Hamil bukan berarti harus makan 2 kali lipat, tapi memang ada tambahan kalori dan nutrisi mikro selama hamil, biasanya tambahan ini bisa didapat dari susu ibu hamil," jelasnya.


Salah satu susu ibu hamil yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi saat masa kehamilan adalah PRENAGEN mommy. PRENAGEN memiliki kandungan khusus dibuat sesuai kebutuhan ibu dan janin.

PRENAGEN bisa menjadi alternatif karena mengandung nutrisi makro untuk tambahan kalori 160 kcal/serving. Kemudian juga mengandung nutrisi mikro seperti zat besi, folat, Kalsium, DHA, omega 3 dan 6 yang juga dibutuhkan oleh janin.

PRENAGEN juga ada yang bentuk UHT sehingga sangat cocok dibawa sebagai bekal tambahan saat berpergian untuk semua ibu hamil. Dengan makan dan nutrisi yang cukup serta olahraga yang teratur, tentu akan memperlancar kehamilan dan buah hati tumbuh sehat hingga melahirkan.

Simak Video "Menu Diet ala Korea Ini Bisa Cegah Diabetes Loh!"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/akn)