Senin, 14 Okt 2019 15:55 WIB

Peranan Probiotik dalam Pencegahan Alergi pada Anak

Alfi Kholisdinuka - detikHealth
Foto: shutterstock Foto: shutterstock
Jakarta - Alergi merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap suatu zat berlebih. Kondisi ini bisa menyerang siapa saja termasuk pada anak-anak. Tentunya beragam jenis alergi dan tingkat keparahannya akan berpengaruh terhadap kesehatan si kecil.

Menurut Head of Medical Kalbe Nutritionals dr Muliaman Mansyur penyebab alergi pada bayi maupun anak ini bisa disebabkan oleh dua faktor seperti genetik maupun lingkungan. Genetik ini memainkan peran penting dalam terjadinya alergi pada si kecil.

"Jika kedua orang tuanya memiliki riwayat alergi, maka dapat dipastikan si kecil juga berisiko mengalami alergi yang sama hingga 80%," ujar dr Muliaman kepada detikHealth baru-baru ini.


Kemudian faktor yang sering menjadi penyebab alergi adalah paparan. Bisa karena paparan makanan dan lingkungan. Paparan lingkungan sendiri lebih jarang ditemui dibandingkan alergi yang disebabkan oleh makanan.

"Biasanya reaksi alergi terjadi saat si kecil menginjak usia 2 tahun di mana pada usia tersebut, anak bisa terpapar dengan benda-benda yang ada di dalam maupun di luar rumah, seperti serbuk sari, tungau, bulu hewan, jamur, debu rumah, cuaca, polusi udara dan lain-lain," sebutnya.

Lebih lanjut, dia menuturkan, alergi karena paparan makanan biasanya disebabkan oleh telur, kacang, kerang, ikan dan susu sapi. Alergi susu sapi inilah yang paling sering terjadi pada bayi dan anak, sebab protein susu sapi adalah salah satu jenis protein yang pertama kali diberikan pada bayi setelah ASI.

dr Muliaman menyebut gejala alergi yang akan timbul pada si kecil ini biasanya akan berpengaruh terhadap saluran pencernaan. Seperti bayi jadi muntah, diare, kolik, bahkan keluarnya BAB darah baik yang tampak jelas berupa darah segar, maupun darah samar yang dibuktikan oleh pemeriksaan mikroskopik.

"Kemudian gejala pada saluran napas berupa pilek, batuk, sesak nafas dan mengik atau asma. Ketiga adalah gejala kulit berupa eksim atau kaligata. Kalau misalnya anak yang alergi susu sapi artinya dia tidak bisa mencerna protein susu sapi maka harus dipilihkan susu pengganti pada anak tersebut," ungkapnya.

Maka dari itu, dia menyarankan untuk mengantisipasi terjadinya alergi pada si kecil dengan menghindari alergen atau penyebab alergi. Pemberian probiotik terutama bifidobacterium untuk pencegahan alergi sudah terbukti memberikan manfaatnya dalam mengurangi gejala yang timbul.

"Jika si kecil tidak tahan terhadap makanan tertentu maka dihindari. Kalau tidak tahan protein susu sapi harus dikasih alternatif lain seperti susu asam amino atau isolat protein soya seperti Morinaga Soya," jelasnya.

"Saat ini probiotik bifisobacterium sekaligus sudah dimasukin ke dalam formula prevention Morinaga PHP dan formula isolat protein kedelai Morinaga soya. Beberapa pengalaman dan berdasarkan studi klinis penambahan ini mengurangi gejala alergi yang muncul," tandasnya.


Untuk itu perlu diketahui peran probiotik sangat penting dalam mencegah gejala alergi pada anak ini. Salah satu alternatifnya konsumsi Morinaga Chil Kid Soya MoriCare+ Prodiges yang mengandung nutrisi untuk mendukung pertahanan tubuh ganda dengan menjaga kesehatan saluran cerna serta tumbuh kembang optimal si kecil.

Morinaga Chil Kid Soya MoriCare+ Prodiges adalah susu pertumbuhan untuk anak usia 1-3 tahun dengan manfaat mengurangi risiko alergi bagi anak yang berbakat alergi. Susu ini aman dikonsumsi oleh bayi dan anak dengan alergi susu sapi, intoleransi laktosa, atau galaktosemia.

Simak Video "Menu Diet ala Korea Ini Bisa Cegah Diabetes Loh!"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/akn)