Selasa, 15 Okt 2019 09:20 WIB

Viral Skripsi Dicoret 'Sampah', Ini Tips Dokter Jiwa Hadapi Stres Skripsi

Rosmha Widiyani - detikHealth
Foto: tangkapan layar Twitter Foto: tangkapan layar Twitter
Jakarta - Viral unggahan di media sosial memperlihatkan skripsi yang sedang dalam masa perbaikan atau revisi. Skripsi terlihat dicoret-coret dosen pembimbing disertai kalimat untuk segera memperbaiki tulisan tersebut.

Netizen menunjukkan reaksi beragam menanggapi unggahan tersebut. Ada yang mendukung, namun ada juga yang meragukan manfaat atau berharap tidak perlu menghadapi dosen galak atau 'killer' tersebut.

"Ini buat pembelajaran how to deal with DIFFICULT people, how to manage stress, and most importantly menentukan skala prioritas. It's all about our response, our self-control," tulis pengunggah @f****a.


Kejadian viral skripsi yang dicoret-coret selama penyusunan bisa terjadi pada siapa saja. Hal tersebut mungkin tidak jadi masalah bagi yang bisa mengelola stres dengan baik, namun berbeda bagi yang tidak sanggup menerima tekanan dari dosen.

"Kemampuan mengelola tekanan dari dosen bergantung dari kapasitas mentalnya. Nah hal ini bergantung dari latar belakang, pola asuh, dan model interaksi dengan lingkungan sekitar. Supaya stres terkelola dengan baik, ada beberapa hal yang bisa dilakukan," kata ahli kesehatan jiwa dr Lahargo Kembaran, SpKJ, dari Rumah Sakit Marzuki Mahandi Bogor.

Berikut penjelasannya:

1. Banyak gaul

Gaul yang dimaksud dr Lahargo adalah berinteraksi aktif dengan interaksi sekitar. Interaksi aktif mengasah karakter menjadi pribadi yang fleksibel dan mudah beradaptasi. Kepribadian ini mampu lebih matang menghadapi berbagai tekanan dan tantangan di lingkungan sekitar.

2. Jangan terlalu banyak main gadget

Daripada berinteraksi di dunia maya, dr Lahargo menyarankan komunikasi aktif dengan banyak orang. Berinteraksi hanya lewat gadget tidak mengembangkan kemampuan sosial, yang bedampak pada minimnya soft skill menerima tekanan dan mencari resolusi. Dampak buruk lainnya adalah kemampuan yang terbatas dalam berargumentasi secara positif.

3. Persiapan untuk hal terburuk

Menurut dr Lahargo, kita tak selalu bisa memilih dengan siapa berinteraksi atau menerima bimbingan saat skripsi. Dengan kenyataan tersebut, dr Lahargo mengingatkan selalu mempersiapkan fisik dan mental menghadapi hal terburuk. Salah satunya adalah cukup soft skill dalam berinteraksi sosial.



Simak Video "Tips Hilangkan Stres Berkendara Saat Macet "
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)